BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Pemenuhan kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat dinilai masih menjadi tantangan di Kabupaten Berau. Di tengah berbagai program pembangunan yang berjalan, keberadaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) disebut masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat dinikmati oleh seluruh warga.
Ia menilai masih adanya RTLH menjadi ironi tersendiri mengingat Kabupaten Berau dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar.
“Daerah kita memiliki banyak potensi, tetapi masih ada masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Ini tentu menjadi persoalan yang harus ditangani bersama,” ujarnya.
Menurut Sutami, kondisi hunian yang tidak memadai tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat program perbaikan rumah warga melalui berbagai skema bantuan yang telah berjalan.
Selain itu, ia juga meminta agar kuota penerima manfaat program bedah rumah dapat ditingkatkan. Sebab, kebutuhan masyarakat terhadap bantuan tersebut dinilai masih cukup besar dan belum sepenuhnya terakomodasi.
“Program perbaikan rumah perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Menurutnya, penanganan RTLH menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pemerataan hasil pembangunan di daerah.
Ia berharap program-program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hunian dapat terus menjadi perhatian sehingga masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
“Harapannya tentu semakin banyak warga yang memiliki rumah layak huni dan kualitas hidup masyarakat juga ikut meningkat,” pungkasnya. (*MNH/ADV)
















