BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Gangguan distribusi air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah pelayanan Perumda Air Minum Batiwakkal Berau dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian masyarakat. Kondisi tersebut disebut dipengaruhi oleh menurunnya debit dan ketinggian air sungai yang menjadi sumber baku utama perusahaan daerah tersebut.
Staf Pelayanan Pelanggan Perumda Batiwakkal, Rudi, menjelaskan surutnya permukaan air sungai berdampak langsung terhadap kinerja pompa intake yang berfungsi mengalirkan air baku menuju instalasi pengolahan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses produksi air bersih tidak dapat berjalan secara maksimal seperti saat kondisi sungai normal.
“Saat ini kondisi air sungai memang sedang mengalami penyusutan yang cukup signifikan. Dampaknya, kemampuan pompa intake dalam menyedot air baku menjadi berkurang sehingga berpengaruh terhadap distribusi air ke pelanggan,” ujarnya.
Rudi mengatakan, salah satu solusi jangka panjang yang telah dipersiapkan perusahaan adalah peningkatan kapasitas daya listrik di Intake Rinding. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung optimalisasi operasional pompa air baku.
Ia menjelaskan, rencana peningkatan daya listrik dari 500 KVA menjadi 1,3 Mega Volt Ampere (MVA) sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu. Namun pelaksanaannya belum dapat direalisasikan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Biaya yang diperlukan untuk peningkatan daya listrik tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar. Sementara kemampuan keuangan perusahaan saat itu masih terbatas karena laba yang diperoleh hanya sekitar Rp1 miliar lebih,” katanya.
Meski demikian, usulan peningkatan daya tersebut telah diajukan beberapa bulan lalu dan saat ini masih dalam proses bersama pihak PLN.
Selain menunggu realisasi peningkatan daya listrik, Perumda Batiwakkal juga melakukan sejumlah upaya teknis untuk meminimalkan dampak gangguan pelayanan kepada pelanggan.
Di antaranya melalui pembangunan interkoneksi jaringan distribusi serta penggantian pompa intake pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sambaliung.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan tekanan air, tidak hanya di wilayah Sambaliung tetapi juga pada beberapa kawasan yang berada di ujung jaringan distribusi.
“Perbaikan dan penguatan sistem distribusi terus kami lakukan agar tekanan air bisa lebih baik, terutama untuk wilayah pelayanan yang selama ini cukup terdampak seperti Jalan Pulau Derawan, H Isa I, AKB Sanipah I hingga kawasan SM Aminuddin,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang membutuhkan pasokan air secara mendesak, Perumda Batiwakkal juga tetap menyediakan layanan distribusi air menggunakan mobil tangki.
Namun demikian, operasional layanan tersebut masih menghadapi kendala karena sebagian armada yang dimiliki telah berusia cukup lama sehingga belum dapat beroperasi secara optimal.
Rudi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia juga berharap dukungan dari masyarakat serta insan media agar berbagai upaya perbaikan yang tengah dilakukan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Kabupaten Berau.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Kami juga memohon dukungan dari masyarakat dan rekan-rekan media agar proses peningkatan sarana pendukung pelayanan ini dapat segera terealisasi,” pungkasnya. (*MNH/ADV)
















