Example floating
Example floating

Sektor Walet Dinilai Bisa Jadi Penopang PAD Kabupaten Berau

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Bisnis sarang burung walet yang berkembang di Kabupaten Berau dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Namun hingga saat ini, kontribusi sektor tersebut terhadap penerimaan daerah disebut masih belum optimal.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengatakan masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan potensi pajak dari usaha walet belum dapat dimaksimalkan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum optimalnya pendataan terhadap pelaku usaha walet yang beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Berau.

Menurutnya, masih terdapat bangunan maupun usaha walet yang belum tercatat secara menyeluruh sebagai wajib pajak. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penerimaan daerah dari sektor yang memiliki nilai ekonomi tinggi itu belum tergali secara maksimal.

“Potensinya sangat besar, tetapi belum tergarap maksimal. Masih ada wajib pajak yang belum menjalankan kewajibannya sehingga perlu dilakukan penguatan pendataan dan penagihan,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah daerah perlu memaksimalkan sumber-sumber pendapatan yang telah tersedia sebelum mempertimbangkan langkah lain seperti penyesuaian tarif pajak.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, ia menilai sektor walet mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kas daerah.

Sumadi menjelaskan, upaya peningkatan PAD tidak selalu harus dilakukan melalui kenaikan tarif. Pemerintah daerah dapat terlebih dahulu memperbaiki sistem administrasi dan pengawasan agar seluruh potensi yang ada dapat teridentifikasi dan dikelola secara optimal.

Selain sektor walet, ia juga menyinggung sejumlah sumber PAD lainnya yang masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran, serta berbagai usaha jasa yang berkembang di Berau.

Meski demikian, sektor walet disebut menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan mengingat tingginya nilai ekonomi komoditas tersebut di pasaran.

Menurutnya, apabila seluruh pelaku usaha dapat terdata dengan baik dan memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan, maka kontribusi sektor walet terhadap pembangunan daerah akan semakin besar.

“Yang perlu dilakukan sekarang adalah mengoptimalkan potensi yang sudah ada. Dengan begitu, penerimaan daerah bisa meningkat dan hasilnya dapat digunakan untuk mendukung pembangunan,” tegasnya. (*MNH/ADV)