BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Keterbatasan fasilitas pendidikan tingkat menengah atas di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Berau dinilai tidak hanya berdampak pada akses belajar, tetapi juga menambah beban sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengatakan banyak pelajar dari kampung-kampung terpencil yang terpaksa melanjutkan pendidikan ke Tanjung Redeb maupun daerah lain yang memiliki fasilitas SMA. Kondisi tersebut membuat mereka harus tinggal jauh dari keluarga selama menempuh pendidikan.
Dikatakannya, situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua karena pengawasan terhadap anak menjadi lebih terbatas dibandingkan ketika mereka tinggal bersama keluarga.
“Anak-anak yang masih berada pada usia sekolah tentu masih membutuhkan perhatian dan pendampingan orang tua. Ketika mereka harus tinggal jauh dari rumah, pengawasan keluarga otomatis menjadi berkurang,” ujarnya.
Selain itu, Elita menilai faktor ekonomi juga menjadi kendala yang dihadapi sebagian masyarakat pedalaman. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak ke kota dinilai cukup besar karena mencakup kebutuhan tempat tinggal, konsumsi, hingga transportasi.
Ia menyebut tidak semua keluarga memiliki kemampuan finansial yang sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Akibatnya, sebagian pelajar berisiko tidak melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sebelumnya.
“Masih ada keluarga yang harus mempertimbangkan berbagai biaya tambahan ketika anak bersekolah di luar kampung. Ini menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian,” katanya.
Menurutnya, pembangunan SMA di wilayah pedalaman dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban yang selama ini ditanggung masyarakat.
Dirinya menyebut, dengan tersedianya sekolah yang lebih dekat, pelajar dapat tetap tinggal bersama keluarga sekaligus memperoleh akses pendidikan yang lebih mudah.
Namun, iya menegaskan bahwa pembangunan sekolah tidak cukup hanya menghadirkan bangunan fisik. Ketersediaan tenaga pendidik, fasilitas belajar, hingga kemungkinan penyediaan asrama juga perlu dipersiapkan agar layanan pendidikan dapat berjalan maksimal.
“Yang terpenting bukan hanya sekolahnya berdiri, tetapi bagaimana kualitas layanan pendidikannya juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Diharapkannya, berbagai kebutuhan pendidikan masyarakat pedalaman dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga anak-anak di seluruh wilayah Berau memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. (*MNH/ADV)
















