Example floating
Example floating

DPRD Berau Soroti Kerentanan Remaja terhadap Pergaulan Negatif

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Perubahan pola interaksi sosial dan pesatnya perkembangan teknologi dinilai turut memengaruhi meningkatnya kerentanan remaja terhadap pergaulan negatif di Kabupaten Berau. Kondisi ini disebut perlu mendapat perhatian lebih luas, tidak hanya dari sisi pengawasan keluarga.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, menilai situasi sosial saat ini membuat remaja berada dalam ruang pergaulan yang jauh lebih terbuka dibanding sebelumnya. Tanpa dukungan lingkungan yang sehat, kondisi tersebut dapat berisiko terhadap perkembangan perilaku generasi muda.

Menurutnya, keterbatasan ruang aktivitas positif menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian remaja kesulitan menyalurkan energi, minat, dan kreativitas mereka.

“Ketika remaja tidak memiliki wadah untuk menyalurkan energi, minat dan kreativitas, maka mereka cenderung mencari alternatif lain yang belum tentu positif,” ujarnya.

Dijelaskannya, fenomena tersebut tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandang disiplin atau lemahnya kontrol orang tua. Lingkungan sosial dan ketersediaan aktivitas produktif juga memiliki peran penting dalam membentuk perilaku remaja.

Dirinya menilai, pencegahan pergaulan negatif seharusnya dilakukan melalui pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk menyediakan ruang ekspresi yang sehat bagi generasi muda.

Lebih lanjut, Ia juga menyoroti bahwa pengaruh teknologi dan media sosial turut mempercepat perubahan perilaku remaja, sehingga diperlukan pendampingan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pencegahan seharusnya tidak hanya berbentuk imbauan moral atau pengawasan ketat, tetapi juga melalui penyediaan ekosistem kegiatan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda,” katanya.

Dirinya berharap pemerintah daerah dapat memperkuat peran lingkungan sosial dalam membangun perlindungan terhadap generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. (*MNH/ADV)