BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Pengembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat kembali mendapat sorotan dari DPRD Berau. Kawasan karst yang membentang di wilayah Berau dan Kutai Timur itu dinilai bukan hanya menyimpan potensi wisata, tetapi juga menjadi aset strategis daerah yang harus dikelola dengan pendekatan konservasi dan keberlanjutan.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan geopark yang memiliki luas sekitar 1,8 juta hektare tersebut. Menurutnya, kekayaan geologi, sejarah, hingga ekologi yang dimiliki kawasan itu menjadikannya sangat layak untuk masuk dalam agenda prioritas pembangunan daerah.
“DPRD pada prinsipnya mendukung penuh pengembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat ini. Ini bukan sekadar kawasan wisata, tetapi aset penting daerah yang memiliki nilai geologi, sejarah, dan ekologi yang sangat tinggi,” ujarnya.
Dikatakannya, pengembangan geopark tidak bisa diperlakukan sebagai program sektoral semata, melainkan harus terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, baik jangka menengah maupun jangka panjang. Dengan demikian, arah kebijakan serta dukungan anggaran dapat lebih terukur dan berkesinambungan.
Lebih lanjut, Sumadi juga menekankan pentingnya memposisikan geopark sebagai ruang hidup yang tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan.
“Kalau ini dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada sektor wisata, tetapi juga ekonomi masyarakat lokal. Karena itu, perlu komitmen bersama agar geopark ini benar-benar menjadi kebanggaan daerah,” jelasnya.
Diharapkannya, pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Ini penting agar rencana yang telah disusun tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar terealisasi di lapangan secara konkret dan terarah,” pungkasnya. (*MNH/ADV)
















