BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Peningkatan akses pendidikan anak usia dini di Kabupaten Berau dinilai perlu dibarengi dengan penguatan kualitas tenaga pendidik.
Keberhasilan memperluas jangkauan layanan PAUD disebut tidak akan memberikan hasil optimal apabila kompetensi guru belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, mengatakan kualitas tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Oleh karena itu, upaya peningkatan mutu pendidikan usia dini harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia yang berada di ruang-ruang belajar.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Berau yang terus berupaya meningkatkan partisipasi pendidikan anak usia dini. Meski demikian, capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD tahun 2025 yang mencapai 96,84 persen dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah karena belum memenuhi target pembangunan daerah.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan masih terdapat anak usia dini yang belum mendapatkan layanan pendidikan prasekolah secara optimal.
“Ini artinya masih ada anak-anak usia dini yang belum tersentuh layanan pendidikan prasekolah. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Selain persoalan partisipasi, Frans menyoroti masih adanya guru PAUD yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal Diploma IV maupun Strata Satu. Padahal, tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas proses belajar mengajar.
Ia menilai pemerintah daerah perlu memperkuat berbagai program peningkatan kompetensi guru, termasuk pelatihan berkelanjutan, pendampingan profesional, hingga dukungan pendidikan lanjutan bagi tenaga pendidik yang belum memenuhi standar akademik.
“Kalau ingin kualitas PAUD meningkat, maka gurunya harus diperkuat terlebih dahulu. Jangan sampai tenaga pendidik dibebani tugas besar, tetapi dukungan peningkatan kapasitasnya minim,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menyampaikan pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi data tenaga pendidik melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan prioritas peserta dalam program peningkatan kompetensi guru PAUD.
Frans berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga kualitas pendidikan usia dini di Berau terus meningkat dan mampu mendukung pembentukan generasi yang lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. (*MNH/ADV)














