BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Dukungan pendampingan dari pemerintah daerah dinilai masih diperlukan dalam proses penginputan data Indeks Desa (ID), khususnya bagi kampung yang menghadapi berbagai keterbatasan teknis maupun sumber daya manusia.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengatakan tidak seluruh kampung memiliki kemampuan dan fasilitas yang sama dalam menjalankan proses pelaporan data.
Oleh karena itu, peran pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan seluruh kampung dapat menyelesaikan proses penginputan secara baik dan tepat waktu.
Menurutnya, masih terdapat kampung yang menghadapi kendala jaringan internet maupun keterbatasan sumber daya manusia sehingga membutuhkan dukungan dan pembinaan yang lebih intensif.
Ia menilai pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah dapat membantu mengurangi potensi kesalahan dalam proses pengisian data sekaligus meningkatkan kualitas laporan yang disampaikan oleh pemerintah kampung.
“Saya berharap dengan penginputan data yang akurat dan terkoordinasi, status kampung di Berau dapat terus meningkat, bukan justru mengalami penurunan akibat kesalahan administrasi,” ujarnya.
Sumadi menjelaskan bahwa hasil penilaian Indeks Desa memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap berbagai aspek pembangunan kampung. Selain menjadi indikator perkembangan wilayah, status kampung juga dapat berdampak pada kebijakan pembangunan dan dukungan anggaran yang diterima.
Lebih lanjut, ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan seluruh kampung memperoleh akses pendampingan yang memadai agar tidak mengalami kendala dalam proses pelaporan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur kampung juga perlu menjadi perhatian melalui berbagai kegiatan pembinaan maupun pelatihan teknis.
Kemudian, Sumadi juga mendorong agar koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah kampung terus diperkuat sehingga setiap kendala yang muncul dapat segera diatasi.
Dengan dukungan yang memadai, dirinya optimistis kualitas pengelolaan data kampung akan semakin baik dan mampu mendukung peningkatan status kampung di Kabupaten Berau.
“Yang terpenting adalah memastikan seluruh kampung mendapat dukungan yang cukup agar proses penginputan data dapat berjalan maksimal,” tutupnya. (*MNH/ADV)
















