BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Validitas data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan status perkembangan kampung. Karena itu, proses penginputan data Indeks Desa (ID) diminta dilakukan secara cermat agar hasil penilaian yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengatakan pemerintah kampung perlu memberikan perhatian serius terhadap proses pengisian dan pelaporan data yang menjadi dasar penilaian Indeks Desa. Menurutnya, kesalahan administrasi sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil akhir yang diperoleh kampung.
Ia menilai ketelitian aparatur kampung, khususnya operator data, menjadi salah satu kunci agar proses penginputan dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari kekeliruan.
“Jangan sampai hanya karena kesalahan input atau data yang tidak lengkap, status kampung justru turun. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan status kampung akibat kesalahan penginputan tentu menjadi hal yang perlu dihindari karena tidak mencerminkan kondisi pembangunan yang sebenarnya.
Dijelaskannya, bahwa setiap data yang dimasukkan akan menjadi dasar dalam proses verifikasi dan penilaian. Karena itu, seluruh informasi yang disampaikan harus sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
“Data yang dimasukkan harus benar-benar sesuai kondisi di lapangan, jangan asal isi. Karena nanti akan diverifikasi dan itu bisa berpengaruh besar,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar proses penginputan dilakukan melalui koordinasi yang baik antara operator data, aparatur kampung, dan kepala kampung sehingga tidak terjadi perbedaan informasi yang dilaporkan.
Ia menyebut, tata kelola administrasi yang baik akan membantu pemerintah kampung memperoleh hasil penilaian yang lebih akurat dan sesuai dengan capaian pembangunan yang telah dilakukan.
Dirinya berharap seluruh kampung di Kabupaten Berau dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan data sehingga status kampung yang diperoleh benar-benar mencerminkan perkembangan yang terjadi di masing-masing wilayah.
“Ketelitian dalam penginputan data menjadi hal yang sangat penting agar tidak ada kampung yang dirugikan akibat kesalahan administrasi,” tutupnya. (*MNH/ADV)
















