Example floating
Example floating

DPRD Berau Ingatkan Risiko Incinerator terhadap Lingkungan dan Kesehatan

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Rencana atau penggunaan teknologi pembakaran sampah (incinerator) dalam pengelolaan limbah mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Berau. Teknologi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan apabila tidak diterapkan dengan standar yang ketat.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Vitalis, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah memang diperlukan untuk mengurangi volume limbah. Namun, penerapannya harus melalui kajian lingkungan yang matang agar tidak memunculkan persoalan baru.

Menurutnya, proses pembakaran sampah tidak sekadar mengurangi tumpukan limbah, tetapi juga berpotensi menghasilkan emisi berbahaya apabila sistem pengendaliannya tidak optimal.

“Teknologi boleh saja digunakan, tetapi keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai solusi untuk mengatasi sampah justru memunculkan ancaman kesehatan baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pembakaran sampah terutama yang mengandung plastik atau bahan kimia dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti dioksin dan furan. Zat tersebut tidak terlihat secara kasat mata, namun berisiko bagi kesehatan jika terhirup dalam jangka panjang.

Selain itu, asap hasil pembakaran juga berpotensi mengandung partikel berbahaya, karbon monoksida, serta senyawa organik volatil yang dapat memicu gangguan pernapasan hingga meningkatkan risiko penyakit kronis.

Karena itu, Vitalis mengingatkan bahwa penggunaan incinerator tanpa sistem pengolahan gas buang yang memadai justru dapat memindahkan masalah sampah dari daratan menjadi pencemaran udara.

Ia menilai teknologi pembakaran sampah idealnya dijalankan dengan standar teknis yang jelas, termasuk melalui proses pemilahan sampah terlebih dahulu serta dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi.

“Pembakaran harus dilakukan pada suhu tinggi dan dilengkapi teknologi pengendali gas buang agar emisinya tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, pengelolaan residu berupa abu sisa pembakaran juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan pencemaran baru pada tanah maupun air.

DPRD Berau juga mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya bergantung pada metode pembakaran dalam pengelolaan sampah. Menurut Vitalis, pendekatan yang lebih terpadu perlu dikedepankan, mulai dari pemilahan sampah, daur ulang, hingga pengolahan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan upaya pengurangan sampah berjalan seimbang dengan perlindungan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Pengelolaan sampah harus berorientasi jangka panjang. Teknologi memang penting, tetapi harus benar-benar menjadi solusi yang aman bagi masyarakat,” pungkasnya. (*MNH/ADV)