BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Pernikahan pada usia muda masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Selain berpengaruh terhadap keberlangsungan pendidikan, kondisi tersebut juga dinilai dapat memengaruhi kesiapan mental dan ekonomi seseorang dalam membangun rumah tangga.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengatakan pernikahan merupakan keputusan besar yang membutuhkan kesiapan dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah sebelum memiliki kesiapan yang memadai.
Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga yang muncul karena pasangan belum siap menghadapi tanggung jawab setelah menikah. Kondisi tersebut kerap berujung pada konflik keluarga hingga menimbulkan persoalan sosial yang lebih luas.
“Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai persoalan dalam kehidupan rumah tangga. Jadi kesiapan dari pernikahan itu sangat penting dan berpengaruh,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa kesiapan menikah tidak hanya diukur dari usia semata, tetapi juga kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup, mengambil keputusan, serta menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan berkeluarga.
Menurut Elita, aspek ekonomi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Sebab, tidak sedikit pasangan yang menikah pada usia muda harus menghadapi kesulitan karena belum memiliki pekerjaan atau penghasilan yang cukup.
Selain itu, pernikahan dini juga dapat berdampak terhadap kelangsungan pendidikan generasi muda. Kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia berpotensi terhambat ketika seseorang memutuskan menikah terlalu cepat.
Ia menilai kesadaran mengenai pentingnya perencanaan masa depan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak mengambil keputusan berdasarkan dorongan sesaat.
“Bukan soal harus mapan terlebih dahulu, tetapi paling tidak sudah memiliki kesiapan mental dan siap bekerja untuk membangun kehidupan rumah tangga,” katanya.
Oleh karena itu, Elita berharap masyarakat dapat memandang pernikahan sebagai tanggung jawab besar yang memerlukan kesiapan menyeluruh, sehingga mampu menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera di masa mendatang. (*MNH/ADV)
















