• Wed. Dec 11th, 2024

    STUDI TIRU PENGEMBANGAN PARIWISATA DI BANYUWANGI

    Dec 22, 2022


    BANYUWANGI – Berada di ujung timur pulau jawa, Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur kini semakin berkembang dengan sektor pariwisatanya. Tumbuhnya pariwisata di daerah yang baru merayakan Hari Jadi ke 251 tahun ini, menjadi referenasi bagi jajaran Pemkab Berau untuk menggali informasi dan berbagi pengalaman dalam upaya pengembangan pariwisata secara berkelanjutan, khususnya pariwisata bahari.

    Rombongan Pemkab Berau dipimpin langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah terkait. Bertempat di Pendopo Sabha Swagata, Bupati diterima Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Mujiono, mewakili Bupato Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, didampingi jumlah pimpinan OPD dijajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

    Bupati, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan kunjungan ke Banyuwangi untuk saling bertukar informasi dan pengalaman dalam membangun pariwisata. Pasalnya Banyuwangi dalam beberapa tahun mampu menggaet dan menjadi magnet wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tentu ini tidak lepas dari peran pemerintah berkolabirasi dengan semua stakeholder dan masyarakat. “Berau memiliki potensi pariwisata yang besar dan kami datang ke Banyuwangi untuk belajar bagaimana mengoptimalkan sektor ini. Saya minta OPD yang untuk mencatat detail apa yang harus dilakukan setelah kembali dari daerah ini,” ungkapnya.

    Salah satu potensi yang dimiliki Berau dan telah dikembangkan di Banyuwangi adalah pembudidayaan karang hias. Di Berau dengan keanekaragaman karang tentu juga memiliki potensi untuk dibudidayakan oleh masyarakat dan ini bernilai export uang tentu akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin melihat bagaimana peluang usaha ini dan tentu dengan tetap memperhatikan pariwisata berkelanjutan,” ungkapnya.

    Sekkab Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pemkab Berau yang langsung dipimpin Bupati Sri Juniarsih. Banyuwangi dan Berau dikatakannya memiliki potensi yang sama. Sehingga kunjungan dan pertemuan antar kedua daerah ini bisa saling bertukar informasi dan pengalaman untuk pengembangan pariwisata di masing masing daerah.