BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Penindakan peredaran minuman keras (miras) selama bulan Ramadan di Kabupaten Berau dinilai memberi dampak positif terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. DPRD Berau pun mendorong agar langkah tersebut tidak hanya bersifat sementara, tetapi dilakukan secara berkelanjutan.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, mengapresiasi langkah Polres Berau yang berhasil mengamankan ribuan botol miras dalam operasi penertiban yang digelar selama Ramadan.
Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas daerah, terutama saat masyarakat tengah menjalankan ibadah.
“Penertiban yang dilakukan tentu patut diapresiasi. Ini sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, apalagi di bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia menilai, peredaran minuman keras kerap menjadi salah satu pemicu terjadinya gangguan keamanan, mulai dari keributan hingga tindakan kriminal lainnya. Karena itu, penindakan tegas dari aparat penegak hukum dinilai sangat diperlukan untuk meminimalisir potensi tersebut.
Lebih lanjut, Thamrin menyebut momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperketat pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk peredaran miras ilegal.
Dengan adanya operasi yang intensif, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman tanpa gangguan.
Namun, ia mengingatkan agar penegakan hukum tidak hanya dilakukan secara intensif pada momen tertentu saja. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam menekan peredaran minuman keras di Berau.
“Jangan hanya saat Ramadan. Di bulan-bulan biasa juga harus tetap dilakukan secara konsisten agar peredaran miras bisa benar-benar ditekan,” tegasnya.
Thamrin juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam melakukan pengawasan. Ia menilai, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk melaporkan jika menemukan adanya peredaran miras ilegal di lingkungan sekitar.
Jika pengawasan dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, ia optimistis ruang gerak pelaku peredaran miras ilegal akan semakin sempit.
“Kalau dilakukan bersama dan konsisten, tentu akan sangat membantu menciptakan situasi yang aman dan tertib,” tandasnya.
Diharapkanya, langkah penindakan yang dilakukan selama Ramadan ini dapat menjadi titik awal untuk memperkuat pengawasan secara berkelanjutan, sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga dalam jangka panjang. (*MNH/ADV)
















