BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Penggunaan bahan sejenis urea dalam inovasi pewarnaan batik di Kampung Panaan mendapat perhatian dari DPRD Berau. Meski dinilai sebagai langkah kreatif, aspek keamanan produk tetap diminta menjadi prioritas sebelum digunakan secara luas oleh masyarakat.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan setiap penggunaan bahan kimia pada produk yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus melalui pengujian yang jelas dan terukur.
Menurutnya, kain batik merupakan produk yang digunakan langsung sehingga faktor kesehatan konsumen tidak boleh diabaikan dalam proses pengembangannya.
“Kendati demikian, menurut pandangan kami tetap perlu dilakukan uji kelayakan ataupun uji laboratorium terlebih dahulu,” ujarnya baru-baru ini di Kantor DPRD Berau.
Ia menjelaskan, penggunaan bahan tertentu dalam proses produksi harus memiliki dasar penelitian yang jelas agar tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.
Karena itu, DPRD Berau mendorong adanya keterlibatan instansi teknis maupun lembaga berwenang untuk memastikan keamanan bahan yang digunakan dalam proses pewarnaan tersebut.
Menurut Sumadi, rekomendasi dari lembaga seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun hasil kajian laboratorium menjadi bagian penting sebelum inovasi tersebut diterapkan secara luas.
“Kami berharap ada kajian dari instansi terkait agar penggunaannya benar-benar aman dan tidak berdampak bagi kesehatan masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memberikan pendampingan kepada para pengrajin, baik dalam proses produksi maupun pengawasan standar keamanan produk.
Sumadi menilai, inovasi tetap perlu didorong, namun harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap konsumen.
Apabila nantinya hasil penelitian menyatakan teknik pewarnaan tersebut aman digunakan, maka inovasi itu dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi batik lokal Berau.
“Kalau memang sudah ada penelitian dan dinyatakan aman, tentu ini bisa menjadi nilai lebih bagi produk batik lokal kita,” tambahnya.
Ia berharap pengembangan industri kreatif di Berau tidak hanya fokus pada aspek pemasaran dan produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas serta keamanan produk yang dihasilkan.
“Kita ingin produk lokal bisa berkembang, tetapi kesehatan konsumen tetap harus menjadi perhatian utama,” tandasnya. (*MNH/ADV)
















