BERAUSATU.ID, SEGAH- PT Berau Coal bersama mitra kerja menggelar kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Segah dengan mengusung tema “Bersinergi dan Bertumbuh Bersama Meraih Masa Depan Berkah yang Berkelanjutan.” Rabu (04/03/2025)
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, dan masyarakat, sekaligus menyalurkan sejumlah program sosial yang menyentuh sektor ekonomi dan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, PT Berau Coal menyerahkan bantuan program ekonomi berupa 2.600 bibit kakao yang akan dikembangkan di lahan seluas 3,19 hektare serta pengembangan hortikultura seluas 1,47 hektare. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan program pendidikan berupa beasiswa Politeknik SMBC dan ITSB kepada 13 orang penerima.
Ketua Periska PT Berau Coal, Yonie Satrianita, mengatakan bahwa dalam kegiatan Safari Ramadan kali ini pihaknya juga menyalurkan bantuan bakti sosial yang berasal dari donasi para anggota Periska.
Dikatakannya, kegiatan bakti sosial tersebut sebenarnya merupakan agenda rutin tahunan yang selama ini dijalankan oleh Periska. Namun, tahun ini menjadi pengalaman baru karena dilakukan bersama tim gabungan dalam rangkaian Safari Ramadan.
“Untuk bakti sosial ini kita mengumpulkan donasi dari ibu-ibu Periska. Itu memang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun, tetapi kali ini kami bergabung dengan tim Safari Ramadan. Ini menjadi sesuatu yang baru bagi kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan sebelumnya telah dilakukan dalam dua tahap, yakni di Kampung Birang dan Rantau Panjang pada tahap pertama, kemudian dilanjutkan di Bangun dan Sukan pada tahap kedua. Sementara tahap ketiga dilaksanakan bersama tim gabungan dalam Safari Ramadan di Kecamatan Segah.
Yonie mengaku senang karena Periska dipercaya terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini membuka kesempatan memperluas jaringan kebersamaan dan memperkuat kegiatan sosial.
“Kami merasa senang dipercaya untuk bergabung dalam Safari Ramadan ini. Ini menjadi pengalaman baru bagi kami dan juga menambah keluarga baru,” katanya.
Diharapkannya, ke depan Periska dapat terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial lainnya, tidak hanya pada momentum Ramadan. “Harapannya tentu kami bisa terus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya, tidak hanya berhenti di bulan Ramadan saja,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Segah Noor Alam mengapresiasi hubungan yang terjalin antara pemerintah kecamatan dan PT Berau Coal yang selama ini dinilai berjalan baik. “Alhamdulillah komunikasi kami dan masyarakat Kecamatan Segah dengan PT Berau Coal berjalan dengan baik. Selama ini kami sudah disupport dalam berbagai kegiatan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai, bantuan bibit kakao yang diberikan perusahaan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di luar sektor pertambangan. Ia menyebut, pengembangan komoditas kakao dapat menjadi alternatif mata pencaharian sekaligus memperkuat sektor perkebunan di wilayah tersebut.
“Kami berterima kasih kepada PT Berau Coal. Ini sangat bagus karena menambah potensi pekerjaan bagi masyarakat. Jadi selain sektor tambang, ada juga sektor perkebunan, dalam hal ini kakao,” jelasnya.
Noor Alam berharap program tersebut juga disertai dengan pendampingan kepada masyarakat agar pengelolaan kebun kakao dapat berjalan optimal.
“Mudah-mudahan nanti ada pendampingan dari PT Berau Coal, baik pelatihan, perawatan hingga pasca panen. Masyarakat juga harus bertanggung jawab agar bantuan ini tidak sia-sia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia juga berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga ke depan mereka tidak lagi bergantung pada bantuan serupa. “Harapannya ketika masyarakat sudah sejahtera, bantuan seperti ini bisa dialihkan kepada masyarakat lain yang membutuhkan,” katanya.
Senada, General Manager Operation Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, juga menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Segah merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
Ia menyebut Kecamatan Segah merupakan wilayah operasional yang relatif baru bagi PT Berau Coal, karena aktivitas pertambangan di wilayah tersebut baru dimulai sekitar tiga tahun terakhir. “Segah ini adalah kecamatan termuda dari operasional PT Berau Coal di Kabupaten Berau. Kurang lebih baru tiga tahun lalu kita mulai beroperasi di sini,” ujarnya.
Meski demikian, sejak awal perusahaan berupaya menjalankan operasional pertambangan yang selaras dengan kepentingan masyarakat sekitar.
Menurutnya, pihaknya juga belajar dari pengalaman pengelolaan tambang sebelumnya bahwa sumber daya tambang bersifat tidak terbarukan, sehingga perlu mempersiapkan alternatif ekonomi bagi masyarakat sejak dini.
“Kalau bicara tambang, ini sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Karena itu kita mencoba menyiapkan alternatif ekonomi sejak awal,” jelasnya.
Melalui program pengembangan kakao, PT Berau Coal ingin menghadirkan komoditas baru yang dapat menjadi pilihan usaha bagi masyarakat, di tengah dominasi perkebunan sawit yang telah lebih dulu berkembang di wilayah tersebut.
“Walaupun di Segah sudah ada komoditas sawit yang cukup populer, kami mencoba menghadirkan alternatif baru melalui kakao,” katanya.
Ia berharap ke depan sektor perkebunan yang dikembangkan masyarakat dapat berjalan seiring dengan aktivitas pertambangan dan mampu menjadi pilar ekonomi baru. “Harapannya nanti antara perkebunan yang dibangun dengan aktivitas tambang bisa berjalan seiring untuk pembangunan ekonomi masyarakat,” tutupnya.
















