BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Upaya memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama kembali diperlihatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Berau. Melalui Komisi Kerukunan Umat Beragama, MUI Berau menggelar Sarasehan bertema “Harmonisasi Kabupaten Berau Menuju Kerukunan Umat Beragama” pada Ahad (19/10/2025), yang dihadiri sekitar 40 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menghadirkan tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, para da’i, serta tokoh adat. Sarasehan dibuka oleh Ketua Panitia yang menyampaikan pantun dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, serta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau. Bupati Berau yang diwakili Asisten I, H. Hendratmo, hadir secara langsung untuk membuka acara.
Dalam laporannya, panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi Program Kerja MUI Berau Tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam Surat MUI Kabupaten Berau No. U.044/DP-K/XX-4/VI/2025 tanggal 16 Zulhijjah 1446 H/12 Juni 2025 M. Sarasehan menghadirkan dua narasumber dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau dan Badan Kesbangpol Kabupaten Berau, yang masing-masing memaparkan materi terkait strategi menjaga kerukunan dan peran masyarakat dalam mencegah potensi konflik sosial.
Melalui kegiatan ini, MUI Berau berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kerukunan dapat semakin tumbuh, sekaligus mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam menjaga keharmonisan daerah.
“Kita ingin Kabupaten Berau terus menjadi rumah yang damai dan harmonis bagi semua umat beragama,” demikian harapan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Sarasehan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi lintas agama dan membangun sinergi dalam menjaga ketentraman sosial. Dengan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, Kabupaten Berau diharapkan semakin sejahtera dan tetap menjadi wilayah yang rukun dalam keberagaman. (*MNH/ADV)
















