BERAUSATU.ID, JAKARTA- Di tengah euforia pergantian tahun, Indonesia kini dihadapkan pada tantangan kesehatan baru. Varian virus flu yang dikenal sebagai “Super Flu” dilaporkan telah terdeteksi masuk ke tanah air.
Super flu sendiri bukanlah virus baru sepenuhnya, melainkan sebutan populer untuk varian influenza yang mengalami perubahan genetik (mutasi) sehingga penyebarannya dinilai lebih cepat dan luas. Varian yang teridentifikasi ini merupakan bagian dari virus influenza yang selama ini sudah dikenal dan terus dipantau melalui sistem surveilans nasional.
Melansir dari laman resmi kemkes.co.id, Hingga awal Januari 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa varian virus Influenza A (H3N2) subclade K ini telah terdeteksi di delapan provinsi di tanah air. Meski bukan pandemi baru seperti Covid-19, kecepatan mutasi dan intensitas gejalanya menuntut kewaspadaan yang lebih ketat.
“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine.
Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan RI memastikan akan terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi perkembangan influenza. Upaya tersebut dilakukan agar setiap perubahan situasi dapat diantisipasi sejak dini, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko penularan yang lebih luas.
Kemudian, Masyarakat pun diimbau untuk lebih menjaga kesehatan diri dan orang-orang terdekat. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta vaksinasi influenza tahunan menjadi langkah penting, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Vaksin influenza diketahui efektif mencegah sakit berat dan risiko rawat inap.
Saat mengalami gejala flu, warga diminta beristirahat di rumah, menggunakan masker, dan menerapkan etika batuk. Jika keluhan tidak membaik atau justru memburuk setelah beberapa hari, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (*MNH)
















