Example floating
Example floating

Sungai Segah dan Kelay Keruh, DPRD Soroti Dampak ke Ekonomi Warga

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Kekeruhan air di Sungai Segah dan Sungai Kelay kini tak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mulai menekan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan keramba di Kabupaten Berau.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai kondisi tersebut sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Pasalnya, dampak dari air keruh telah dirasakan langsung oleh warga yang menggantungkan hidup dari aliran sungai.

Menurutnya, para pembudidaya ikan menjadi pihak yang paling terdampak, karena kualitas air sangat menentukan kelangsungan usaha mereka.

“Ini bukan persoalan sepele. Dampaknya sudah dirasakan masyarakat, terutama pembudidaya ikan yang sangat bergantung pada kondisi air,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari juga ikut terdampak. Kekeruhan air dinilai berpotensi mengganggu kualitas hidup warga yang masih mengandalkan sungai sebagai sumber air.

Ia juga menegaskan, kondisi ini harus segera ditangani secara serius agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar, terutama bagi masyarakat kecil.

Lebih lanjut, dikatakannya setiap kejadian yang merugikan pembudidaya ikan perlu ditindaklanjuti secara terbuka, baik melalui mediasi maupun mekanisme penegakan aturan.

“Kalau ada kerugian, harus ada kejelasan penyelesaian. Bisa melalui mediasi atau langkah lain sesuai aturan,” tegasnya.

Kemudian, ia menyebut pihaknya akan terus mengawal persoalan ini agar masyarakat yang bergantung pada sungai tetap mendapatkan perlindungan dan kepastian dalam menjalankan usahanya. (*MNH/ADV)