https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Libur Nataru Tak Halangi MBG, Solusi Gizi atau Beban untuk Orang Tua? - berausatu.id
Example floating
Example floating
Umum  

Libur Nataru Tak Halangi MBG, Solusi Gizi atau Beban untuk Orang Tua?

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Saat sebagian keluarga tengah menikmati libur Natal dan Tahun Baru, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau tetap berjalan. Keberlanjutan program ini menuai beragam respon, terutama dari sejumlah orang tua siswa.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya. “Konsep macam apa ini, sudah libur MBG tetap jalan,” ujarnya.

Senada, Beberapa orang tua lain juga mengaku bingung sebab, meski anak-anak tidak mengikuti aktivitas belajar seperti biasa, distribusi MBG tetap dijadwalkan.

Di Kabupaten Berau sendiri, distribusi MBG tetap dilakukan di sejumlah sekolah, salah satunya dengan skema distribusi MBG yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yakni pada Senin dan Kamis.

Dilansir dari detikNews, Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah bersifat fleksibel. Anak sekolah bisa mengambil MBG di sekolah sesuai kesepakatan dengan pihak sekolah, atau tidak diambil sama sekali.

“Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih. Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menyebut Menu MBG selama libur disiapkan dalam bentuk bahan kering agar awet, seperti buah, susu, roti UMKM, dan telur asin. Pengantaran bisa dilakukan dua atau tiga hari ke sekolah bagi murid yang mendaftar.

Orang tua juga diperbolehkan mengambil MBG langsung ke sekolah. Nanik menegaskan, komitmen BGN tetap memastikan anak-anak mendapat asupan gizi meski libur.

“Orang tuanya boleh yang ambil kan sudah ditempatkan di tas. Prinsipnya kan kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi, jadi meski libur kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,” tutupnya. (*MNH)