https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Jembatan Putus Akibat Banjir di Suaran, Penyebrangan Perahu Dipilih Sebagai Alternatif Sementara - berausatu.id
Example floating
Example floating

Jembatan Putus Akibat Banjir di Suaran, Penyebrangan Perahu Dipilih Sebagai Alternatif Sementara

BERAUSATU.ID, SUARAN- Pjs Bupati Berau, Sufian Agus bersama dengan Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan Korban terdampak banjir serta Jembatan yang putus di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Minggu (29/09/2024).

Sebelumnya, Pada Jum’at (27/09/2024) lalu, Kampung Suaran mengalami Banjir akibat luapan air sungai yang menyebabkan puluhan rumah tergenang bahkan sampai memutus jembatan penghubung.

Ditemui usai peninjauan, Sufian menjelaskan untuk sementara masyarakat akan menggunakan perahu sebagai akses penyebrangan, ia menerangkan bahwasanya memang ada jalan alternatif lainnya, namun jarak tempuhnya cukup jauh sekitar 1 KM.

“Memang akses mutar itu cukup jauh sekitar 1 kilo, tadi kita sudah diskusi dengan Sekda, Asisten dan PUPR untuk sementara bisa pakai perahu dulu karena kan sekolahnya di seberang sini juga. jadi untuk sementara kita tanggulangi dulu dan biar masyarakat bisa menggunakan ini dan lebih dekat, kasihan juga kalau terlalu jauh.” Jelasnya.

Namun, penyebrangan perahu tersebut hanya bersifat sementara dan darurat, sehingga secepatnya pembangunan jembatan permanen akan dilakukan.

Dijelaskannya pula, meski terbuat dari Kayu Ulin, namun, jembatan penghubung tersebut telah digunakan selama lebih dari 20 tahun lebih, sehingga pada saat banjir, Arus sungai yang deras membuat jembatan tersebut tidak mampu bertahan lagi.

“Jadi kita bikin nanti perencanaan yang bagus jangan sampai nanti bisa membahayakan masyarakat,” Tambahnya.

Selain itu, penggunaan jembatan Belly menurutnya jauh lebih mahal dan hanya bersifat sementara, sehingga sebagai solusi cepat, penggunaan perahu penyeberangan merupakan alternatif paling efektif untuk saat ini.

Sementara itu, penggunaan dana darurat nantinya dapat diperuntukkan bagi banyak hal, misal untuk perahu dan peralatan nelayan yang rusak dan terbawa oleh arus dll.

“Untuk nilainya belum kita pastikan, nanti dihitung dulu sesuai dengan kerugian masyarakat, jadi penggunaan dana darurat dimaksudkan untuk kebutuhan masyarakat,” Terangnya.

“Tapi syaratnya bantuan pakai dana darurat itu harus ada surat dari Bupati untuk menetapkan ini tanggap darurat,” Pungkasnya. (*MNH/ADV)