BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Kondisi hutan mangrove di Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, menjadi perhatian serius di Kabupaten Berau. Kawasan pesisir yang semestinya menjadi benteng alami perlindungan lingkungan itu kini dilaporkan tidak terawat, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menilai keberadaan hutan mangrove harus dipandang sebagai aset penting bagi daerah. Menurutnya, kelestarian mangrove tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.
Ia menjelaskan ekosistem mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan kawasan pantai. Selain melindungi garis pantai dari ancaman abrasi dan gelombang besar, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut.
“Kalau mangrove rusak, bukan hanya lingkungannya yang terdampak, tapi juga ekonomi masyarakat pesisir yang ikut terancam,” ujarnya.
Thamrin menambahkan, kawasan mangrove merupakan tempat berkembang biaknya berbagai jenis ikan, udang, hingga menjadi habitat bagi burung migran. Kondisi tersebut menjadikan mangrove sebagai penopang penting bagi aktivitas nelayan di wilayah pesisir.
Selain itu, mangrove juga dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar. Fungsi ini menjadikannya sebagai salah satu ekosistem penting dalam upaya menekan emisi gas rumah kaca dan menjaga keseimbangan iklim.
Namun demikian, kawasan pesisir di Berau masih menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi merusak ekosistem mangrove. Di antaranya pembalakan liar, rencana reklamasi, hingga pencemaran limbah yang dapat mempercepat kerusakan lingkungan secara perlahan.
Melihat kondisi tersebut, Thamrin mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat langkah perlindungan terhadap kawasan pesisir. Ia menilai pengawasan serta kebijakan pengelolaan yang berkelanjutan perlu ditingkatkan agar kerusakan tidak semakin meluas.
Menurutnya, menjaga kelestarian mangrove bukan semata-mata soal konservasi alam, tetapi juga bagian dari upaya menjaga masa depan wilayah pesisir Berau agar tetap aman, produktif, dan berkelanjutan. (*MNH/ADV)
















