BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Pada era keterbukaan informasi yang serba cepat, pola komunikasi pemerintah dituntut untuk semakin adaptif dan terarah. Keterlambatan maupun ketidaksinkronan informasi dinilai berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Sa’ga, menyoroti pentingnya pembenahan sistem komunikasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Ia menilai, derasnya arus informasi digital saat ini dapat dengan mudah membentuk opini, bahkan sebelum fakta yang sebenarnya disampaikan secara utuh.
Menurutnya, kejelasan informasi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kecepatan informasi saat ini tidak bisa dibendung. Masyarakat sangat cepat menyerap apa yang mereka lihat, khususnya di media sosial. Ketika pemerintah tidak hadir dengan penjelasan yang jelas, ruang kosong itu akan diisi dengan persepsi yang belum tentu benar,” ujarnya.
Sa’ga menegaskan, salah satu persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi adalah sinkronisasi informasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengingatkan agar tidak terjadi perbedaan penyampaian informasi antara satu instansi dengan instansi lainnya dalam membahas kebijakan yang sama.
Ia menilai, ketidaksamaan narasi hanya akan menimbulkan kebingungan dan memperburuk citra pemerintah di mata publik.
“Jangan sampai instansi satu menyampaikan hal berbeda dengan instansi lainnya. Ini yang harus dihindari. Koordinasi internal harus kuat sebelum informasi disampaikan ke masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong Pemkab Berau untuk memaksimalkan peran media massa sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi.
Dikatakannya, media memiliki fungsi penting dalam proses verifikasi sehingga informasi yang disampaikan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Media itu jembatan. Dari situ masyarakat bisa mendapatkan informasi yang utuh, bukan hanya sepotong-sepotong. Ini penting agar publik memahami substansi kebijakan, bukan sekadar permukaannya,” tandasnya. (*MNH/ADV)
















