Example floating
Example floating

DPRD Berau Soroti BBM Langka Hingga Internet Lemah di Tempat Wisata

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), listrik yang tidak stabil, hingga jaringan internet yang terbatas di sejumlah destinasi wisata.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menilai kondisi ini menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi jika ingin meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Ia mencontohkan, pada momen libur Lebaran lalu, wisatawan justru dihadapkan pada antrean panjang BBM di sejumlah SPBU. Bahkan, tidak sedikit yang terpaksa menunda perjalanan atau menginap hanya untuk mendapatkan bahan bakar. “Ini jadi catatan penting. Wisatawan datang untuk berlibur, bukan untuk antre BBM,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesan negatif bagi wisatawan dan berdampak pada minat kunjungan ke depan.

Selain BBM, persoalan listrik juga menjadi sorotan. Di beberapa wilayah pesisir, pemadaman masih kerap terjadi dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha. “Listrik sering padam, masyarakat juga dirugikan. Peralatan elektronik bisa rusak,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya juga ikut menyoroti persoalan sampah pasca kunjungan wisatawan juga masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tertangani secara optimal.

Di sisi lain, keterbatasan jaringan internet turut menjadi hambatan dalam promosi pariwisata. Padahal, peran media sosial saat ini sangat besar dalam menarik minat wisatawan.

“Sekarang orang datang, foto, lalu ingin langsung berbagi. Tapi kalau jaringan tidak ada, ini jadi kendala,” jelasnya.

Ditegaskannya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan membangun destinasi, tetapi harus didukung infrastruktur dasar yang memadai.

Menurutnya, pembenahan secara menyeluruh menjadi kunci agar sektor pariwisata Berau bisa berkembang dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. (*MNH/ADV)