Example floating
Example floating

Kurangi Ketergantungan Tambang, DPRD Berau Dorong Pengembangan Jagung

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Upaya mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap sektor tambang mulai didorong DPRD Berau. Salah satu langkah yang dinilai realistis adalah mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menilai struktur ekonomi daerah saat ini masih didominasi sektor ekstraktif seperti batu bara, kelapa sawit hingga besi tua.

Sehingganya, kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya aman untuk jangka panjang karena sangat bergantung pada kondisi pasar serta berdampak terhadap lingkungan.

“Selama ini kita masih bergantung pada sumber daya alam yang sifatnya terbatas. Ke depan, ini harus mulai dikurangi,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pertanian dapat menjadi alternatif penopang ekonomi yang lebih berkelanjutan jika dikelola dengan serius. Ia melihat komoditas jagung sebagai salah satu peluang yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan di Kabupaten Berau.

Selain memiliki pasar yang luas, jagung juga dinilai fleksibel karena dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor, mulai dari bahan baku pakan ternak hingga produk olahan bernilai tambah.

“Jagung ini potensinya besar. Tidak hanya dijual sebagai hasil panen, tapi juga bisa diolah menjadi berbagai produk yang nilai ekonominya lebih tinggi,” jelasnya.

Waris juga menekankan pentingnya penguatan hilirisasi di sektor pertanian agar hasil produksi tidak hanya berhenti pada bahan mentah.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk mulai merancang pembangunan industri pengolahan jagung di Berau sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi.

“Kalau hanya tanam lalu dijual keluar daerah, nilai tambahnya tidak kita dapat. Harus ada industri pengolahan di sini,” tegasnya.

Dikatakannya, keberadaan industri tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai jual komoditas, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal.

Dirinya menyebut, pengembangan jagung tidak hanya menyasar sektor pertanian, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

“Kalau ini bisa berjalan, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Ekonomi bergerak dan lapangan kerja juga terbuka,” pungkasnya. (*MNH/ADV)