BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Komoditas kakao dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Kabupaten Berau. Permintaan pasar yang terus meningkat, baik di dalam negeri maupun luar negeri, membuka potensi baru bagi masyarakat untuk menjadikannya sebagai sumber pendapatan di sektor perkebunan.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, mengajak masyarakat mulai melirik budidaya kakao sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
Menurutnya, kakao merupakan komoditas perkebunan yang memiliki prospek cerah karena permintaannya cukup tinggi di pasar global.
“Peluang kakao ini sangat besar karena pasarnya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” ujarnya.
Sri menyebutkan, beberapa negara di Eropa seperti Prancis dan Italia dikenal memiliki permintaan tinggi terhadap kakao berkualitas. Hal ini dinilai menjadi peluang bagi daerah penghasil komoditas perkebunan, termasuk Berau, untuk ikut mengambil bagian dalam pasar tersebut.
Ia menilai Kabupaten Berau memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk mendukung pengembangan kakao. Jika dikelola secara optimal dan didukung pembinaan dari pemerintah, komoditas ini dapat menjadi salah satu sumber ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Selain itu, Sri juga mendorong adanya diversifikasi komoditas perkebunan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis usaha tani.
“Kalau peluang ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sektor perkebunan kita akan semakin variatif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah kampung dalam mendukung pengembangan kakao di masyarakat. Menurutnya, pemerintah kampung dapat menjadi penghubung antara pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan informasi mengenai peluang usaha maupun program pengembangan kakao.
Sri menilai masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui potensi kakao serta berbagai program yang telah disiapkan pemerintah.
“Pemerintah kampung harus aktif menjadi jembatan informasi kepada masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan selama ini juga telah melakukan pembinaan kepada para petani kakao. Pembinaan tersebut mencakup pendampingan teknis budidaya hingga peningkatan kualitas hasil produksi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pembinaan dari Dinas Perkebunan juga sudah berjalan dan ini perlu dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Sri berharap pengembangan kakao di Berau dapat terus ditingkatkan melalui dukungan pemerintah serta keterlibatan aktif masyarakat, sehingga komoditas tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
“Jika potensi ini digarap secara maksimal, kakao bisa menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*MNH/ADV)
















