BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah perkotaan kembali menjadi sorotan. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan masih adanya sejumlah kawasan permukiman yang belum tersentuh pembangunan secara optimal, khususnya di Kelurahan Gunung Panjang dan Bedungun.
Hal tersebut disampaikannya usai meninjau langsung kondisi di lapangan. Ia menemukan masih banyak gang lingkungan yang belum mendapatkan peningkatan kualitas jalan maupun penataan drainase yang memadai.
Menurutnya, persoalan infrastruktur tidak bisa dipandang sebatas akses jalan semata, tetapi juga menyangkut sistem drainase yang berperan penting dalam menunjang kenyamanan dan kualitas lingkungan warga.
“Saya melihat langsung di Gunung Panjang, masih ada gang yang belum tersentuh pembangunan. Ini menjadi catatan penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Dikatakannya, kondisi tersebut cukup kontras jika dibandingkan dengan beberapa kelurahan lain yang dinilai sudah lebih tertata dari sisi infrastruktur lingkungan.
Lebih lanjut, hal yang sama juga terjadi di Kelurahan Bedungun. Ia menyebut masih banyak gang yang belum mendapat perhatian serius, sehingga warga belum sepenuhnya merasakan pemerataan pembangunan.
“Di Bedungun juga masih banyak gang yang belum disentuh. Artinya masih ada masyarakat yang belum menikmati akses jalan yang layak. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Kemudian, Dedy mendorong pemerintah kelurahan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan pendataan dan survei ulang terhadap gang-gang yang belum terakomodasi dalam program pembangunan.
Dijelaskannya, langkah tersebut penting agar pemerintah daerah memiliki basis data yang akurat dalam menentukan skala prioritas pembangunan ke depan.
“Lurah bersama dinas terkait perlu turun langsung. Petakan mana saja yang belum tersentuh supaya tidak muncul kesan pembangunan yang tidak merata,” katanya.
Sebagai pimpinan DPRD, ia memastikan pihaknya akan mengawal usulan tersebut dalam proses pembahasan anggaran, agar program pembangunan infrastruktur dasar dapat menjangkau seluruh wilayah permukiman.
Diharapkannya, ke depan tidak ada lagi kawasan di Tanjung Redeb yang tertinggal dari sisi akses jalan maupun sistem drainase, mengingat keduanya merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. (*MNH/ADV)
















