https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Wisata Telaga Biru Tulung Ni Lenggo Resmi Dikelola Investor - berausatu.id
Example floating
Example floating

Wisata Telaga Biru Tulung Ni Lenggo Resmi Dikelola Investor

BERAUSATU.ID, BATU PUTIH- Pengelolaan objek wisata Telaga Biru atau Tulung Ni Lenggo di Kampung Tembudan kini resmi memasuki babak baru. Pemerintah Kampung Tembudan melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) secara formal menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan wisata dengan investor, Minggu (8/2/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut melibatkan CV Telaga Biru sebagai badan pengelola, serta disaksikan unsur Pemerintah Kecamatan Batu Putih, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMPK), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), dan unsur terkait lainnya.

Investor tunggal, Iwan Pribadi, menyampaikan bahwa proses menuju kesepakatan tidak berlangsung singkat. Sejumlah tahapan negosiasi, kajian, dan pertimbangan strategis telah dilakukan bersama pemerintah kampung melalui BUMK untuk memastikan model pengelolaan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

“Alhamdulillah, setelah beberapa bulan proses negosiasi dan penyusunan perjanjian, hari ini kerja sama pengelolaan Telaga Biru resmi disepakati,” ujarnya.

Dalam perjanjian tersebut, kerja sama pengelolaan akan berlangsung selama 20 tahun ke depan. Investor berkomitmen mengembangkan Telaga Biru sebagai destinasi wisata unggulan dengan standar profesional.

Lebih lanjut, Sejumlah fasilitas direncanakan akan dibangun, mulai dari resort, glamping, hingga berbagai wahana wisata seperti flying fox, sepeda layang, taman anggrek, taman edukasi anak, penyewaan kuda, kafe, serta fasilitas penunjang lainnya.

Diharapkannya, pengembangan wisata Telaga Biru tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Berau, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Kampung Tembudan.

“Kami menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal dan mendorong efek domino ekonomi. Wisatawan yang datang diharapkan membelanjakan uangnya di kampung, sehingga ekonomi masyarakat bergerak,” jelasnya.

Dirinya juga menegaskan akan menjalankan seluruh masukan dan kesepakatan yang telah disepakati bersama pemerintah kampung dan pemangku kepentingan, termasuk aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan masuknya investasi ini, Telaga Biru atau Tulung Ni Lenggo diproyeksikan berkembang menjadi destinasi wisata strategis di wilayah pesisir Berau, sekaligus menjadi model kolaborasi investasi dan pengelolaan berbasis kampung di masa depan. (*MNH)