https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Ketergantungan Energi Dianggap Berisiko, DPRD Minta Diversifikasi Ekonomi Berau - berausatu.id
Example floating
Example floating

Ketergantungan Energi Dianggap Berisiko, DPRD Minta Diversifikasi Ekonomi Berau

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Penurunan daya saing sektor energi, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), mendapat perhatian serius dari DPRD Berau.

Wakil Ketua Komisi I, Abdul Waris, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah untuk mulai menata ulang arah pembangunan ekonomi Berau ke sektor yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, sejumlah PLTU kini menghadapi tantangan efisiensi dan profitabilitas, sehingga kontribusinya terhadap perekonomian daerah tidak lagi sekuat beberapa tahun sebelumnya.

Dikatakannya ketergantungan pada sektor energi dan komoditas ekstraktif akan membuat Berau rentan apabila terjadi penurunan permintaan atau perubahan kebijakan nasional.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor energi. Daya saingnya menurun, dan dampaknya terhadap ekonomi daerah semakin kecil,” ujar Waris.

Lebih lanjut, kondisi tersebut, kata dia harus menjadi peringatan bagi Pemkab Berau untuk mencari sumber pendapatan alternatif yang lebih stabil dan ramah lingkungan.

Dirinya menilai, daerah perlu menyiapkan strategi jangka panjang agar perlambatan sektor energi tidak menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Ketika satu sektor mulai melemah, daerah harus punya rencana cadangan. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” jelasnya.

Disampaikanya pula salah satu solusi adalah memaksimalkan potensi sektor-sektor lain di luar energi. Ia mendorong pemerintah memperkuat kebijakan diversifikasi ekonomi agar Berau tidak terjebak dalam ketergantungan pada satu sumber pendapatan saja.

“Berau punya banyak peluang di luar energi. Tinggal bagaimana pemerintah menentukan prioritas dan memastikan pembangunan ekonomi berjalan seimbang,” katanya.

Dirinya berharap Pemkab dapat segera menyusun langkah konkret untuk menata ulang arah pembangunan, termasuk roadmap penguatan sektor alternatif yang lebih berkelanjutan.

“Ini saatnya membuat strategi baru. Kita perlu menyiapkan fondasi ekonomi masa depan yang lebih kuat, sehat, dan tidak bergantung pada sektor ekstraktif,” tutupnya. (*MNH/ADV)