6.500 Warga Berau Gagal Dapat Sambungan Air Gratis, Anggaran Pusat Tak Turun

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB l- Harapan ribuan warga Kabupaten Berau untuk mendapatkan sambungan air bersih gratis belum terwujud. Sekitar 6.500 warga tercatat mengajukan sambungan rumah (SR) gratis sebelum pendaftaran ditutup pada Januari 2024.

Namun, tingginya jumlah pemohon tersebut tidak berlanjut pada realisasi pemasangan. Perumda Air Minum Batiwakkal menyebut usulan program itu akhirnya gugur karena anggaran dari pemerintah pusat yang diharapkan membiayai kegiatan tersebut tidak turun.

Manajer Hubungan Masyarakat Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan seluruh usulan sambungan gratis tidak dapat direalisasikan akibat kendala anggaran.

“Sekitar 6.500 warga mendaftar. Itu karena anggaran dari pemerintah pusat tidak turun, sehingga seluruh usulan SR gratis dinyatakan gugur,” jelas Rudy, baru-baru ini.

Besarnya jumlah pendaftar menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih melalui jaringan perpipaan masih tinggi. Biaya pemasangan yang mencapai Rp2,738 juta juga menjadi salah satu pertimbangan warga untuk merealisasikan sambungan baru.

Menurut Rudy, tingginya minat masyarakat terlihat ketika program sambungan gratis dibuka. Banyaknya warga yang mendaftar menjadi gambaran bahwa biaya pemasangan masih menjadi pertimbangan dalam memperoleh layanan air perpipaan.

Meski program gratis tidak terealisasi, Perumda Batiwakkal kini mendorong masyarakat untuk tetap mengupayakan pemasangan sambungan baru melalui skema pembayaran bertahap.

Perusahaan menyediakan program cicilan hingga empat kali. Program ini diberikan secara berkelanjutan di wilayah pedesaan, sedangkan di wilayah perkotaan dibuka pada momentum tertentu setiap tahun.

Perumda Batiwakkal berharap skema tersebut dapat menjadi alternatif bagi warga yang sebelumnya gagal mendapatkan sambungan gratis dan masih membutuhkan akses air bersih di rumah mereka. (*MNH/ADV)

Exit mobile version