https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; 39 Tenda Pasar Ramadan, Masjid Agung Jadi Motor Ekonomi di Bulan Ramadhan - berausatu.id
Example floating
Example floating

39 Tenda Pasar Ramadan, Masjid Agung Jadi Motor Ekonomi di Bulan Ramadhan

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Tak hanya menjadi pusat ibadah, halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb juga akan menjelma sebagai motor ekonomi selam bulan suci Ramadhan.

Pada Ramadhan kali ini, pengelola masjid menyiapkan 39 tenda untuk pedagang. Seluruhnya telah terisi penuh bahkan sebelum Ramadan tiba, ini menunjukkan tingginya antusiasme pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk ambil bagian dalam momentum tahunan tersebut.

Lebih lanjut, jumlah tersebut meningkat dibandingkan ramadhan sebelumnya yang hanya menyediakan 35 tenda, terdiri dari 14 tenda tunggal dan 21 tenda gabungan.

Ketua Harian Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, KH M Kafrawi AD, mengatakan untuk pembagian teknis antara tenda tunggal dan gabungan masih dalam tahap finalisasi.

“Yang jelas ada 39 slot dan semuanya sudah penuh. Untuk pembagian tenda tunggal atau gabungan, itu teknisnya akan kami tetapkan sekitar sepekan sebelum Ramadan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, sebagian besar pedagang yang mengisi lapak merupakan UMKM lama yang hampir setiap tahun rutin berpartisipasi. Sementara untuk pedagang baru, jumlahnya sangat terbatas.

“Mayoritas pedagang lama. Kalau yang baru mungkin hanya satu atau dua saja,” jelasnya.

Dikatakannya, Pendaftaran sendiri telah dibuka sejak jauh hari. Sistem tersebut dinilai efektif karena seluruh tenda dapat terisi tanpa menunggu mendekati hari pelaksanaan.

Untuk diketahui, Setiap pedagang dikenakan biaya sewa sebesar Rp2,5 juta untuk satu bulan operasional. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan berorientasi pada keuntungan semata.

“Masjid ini sifatnya mandiri. Biaya sewa itu sebagai balas jasa penggunaan fasilitas tenda. Hasilnya kembali untuk mendukung operasional dan kegiatan masjid selama Ramadan,” tegasnya.

Ia menyebut, pasar Ramadan nantinya akan beroperasi mulai ba’da Dhuhur. Waktu tersebut diberikan agar para pedagang memiliki kesempatan cukup untuk menyiapkan aneka menu takjil dan hidangan berbuka puasa.

Selain UMKM, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga akan turut meramaikan kawasan tersebut dengan menyiapkan 10 lapak bagi pedagang kaki lima (PKL) serta 10 meja tambahan.

Dengan konsep terpusat di lingkungan masjid, Pasar Ramadan Baitul Hikmah diharapkan tidak hanya menjadi roda penggerak ekonomi, tetapi juga memperkuat nuansa kebersamaan dan syiar Ramadan di jantung Kota Tanjung Redeb.

“Harapannya tentu bisa membantu UMKM dan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan berbuka dalam satu lokasi yang nyaman dan tertata,” pungkasnya. (*MNH)