BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Maraknya tindak kekerasan hingga pencabulan pada anak dan perempuan di Kabupaten Berau, khususnya di wilayah perkampungan menjadi sorotan Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi.
Perbuatan tidak terpuji tersebut ditekankannya sudah seharusnya menjadi atensi. Khususnya pihaknya yang berada di DPRD Berau.
“Tenty hal itu sangatlah tidak terpuji. Apalagi kebanyakan kasus yang beredar bahwa pelakunya adalah orang terdekat korban,” ungkapnya.
Dirinya sangat menyayangkan hal tersebut terjadi dan meminta seluruh pihak, terutama dinas terkait mengawasi dan segera mencari solusi konkret. Hal tersebut dilakukan guna memastikan kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Dinas terkait harus gencar untuk sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat terkait perlindungan perempuan dan anak,” ujarnya.
“Jangan sampai yang menjadi pelakunya adalah orang terdekat dari korban. Mirisnya, yang seharusnya menjadi pelindung terdepan untuk keluarganya, malah jadi yang berbuat,” tambahnya.
Untuk diketahui, Hingga November 2025 tercatat sudah lebih dari puluhan kasus kekerasan, baik kekerasan seksual maupun non-seksual yang menimpa anak dan perempuan di Bumi Batiwakkal.
Sehingganya, Sumadi sangat menginginkan tindakan tercela tersebut tidak ada lagi di Kabupaten Berau. Sehingga diperlukan sinergi dari seluruh pihak untuk ikut andil mencegah kasus kekerasan pada perempuan dan anak.
“Segera melapor jika menemukan tindakan tersebut. Jangan takut, karena akan menyelamatkan korban dari tindakan tersebut,” pungkasnya. (*MNH/ADV)
















