BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Jalan poros Talisayan kembali menjadi sorotan lantaran tingginya risiko kecelakaan di jalur utama penghubung pesisir selatan Berau tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, dirinya mendorong pembangunan jalur dua sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Aspirasi tersebut juga sudah ia sampaikan langsung kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, saat kunjungan silaturahmi di kediamannya beberapa waktu lalu.
Menurutny, kondisi ruas jalan yang sempit dan serta sering dilalui kendaraan besar menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan, terlebih lagi jalan tersebut merupakan jalur vital.
“Ini jalur vital dan rawan kecelakaan. Karena itu, kami sampaikan kepada Gubernur agar pembangunan jalur dua bisa diusulkan dan diprioritaskan,” ujarnya.
Dikatakannya, peningkatan infrastruktur di poros Talisayan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tetapi juga kebutuhan ekonomi. Ruas tersebut menjadi jalur mobilitas warga lintas kecamatan di wilayah pesisir selatan serta akses transportasi bagi distribusi barang.
Sehingganya, Subroto berharap usulan ini dapat masuk dalam agenda prioritas pembangunan Pemprov Kaltim. Dirinya optimis, keberadaan jalur dua akan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan yang selama ini sering terjadi.
“Jika jalur dua dibangun, konektivitas antarwilayah semakin baik dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat transportasi dan infrastruktur,” tutupnya. (*MNH/ADV)
















