https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Program Mobil Sampah Kelurahan Dinilai Positif, Anggota Komisi II DPRD Berau Sebut SDM dan Pengawasan Harus Siap - berausatu.id
Example floating
Example floating

Program Mobil Sampah Kelurahan Dinilai Positif, Anggota Komisi II DPRD Berau Sebut SDM dan Pengawasan Harus Siap

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Upaya meningkatkan kualitas layanan kebersihan di Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian serius. Program pemerintah daerah yang menargetkan pengadaan satu unit mobil angkut sampah untuk setiap kelurahan dinilai sebagai langkah maju, namun pelaksanaannya diminta tidak sekadar berbentuk pengadaan tanpa diikuti pengelolaan yang optimal di lapangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, dikatakannya program tersebut dapat menjadi penguatan penting bagi kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Meski begitu, dirinya menegaskan masih banyak keluhan masyarakat terkait layanan pengangkutan sampah dan penugasan petugas kebersihan yang perlu segera dibenahi.

“Kalau melihat jabatan dan fungsi yang diemban, seharusnya kinerja kepala DLHK bisa lebih maksimal. Tapi faktanya, masih ada keluhan di lapangan. Ini yang harus dievaluasi,” terangnya.

Lebih lanjut, Ia juga menyoroti rangkap jabatan yang dipegang pimpinan DLHK sebagai Dewan Pengawas PDAM. Menurutnya, rangkap jabatan bukan persoalan, selama tanggung jawab utama sebagai kepala dinas tidak terabaikan.

“Kami tidak melarang rangkap jabatan. Tapi tugas utama jangan sampai terbengkalai. Dalam RDP kemarin, kami sudah ingatkan agar pengelolaan kebersihan di kota maupun kecamatan harus betul-betul optimal,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dalam bentuk penambahan armada patut diapresiasi, namun kesiapan SDM tetap menjadi unsur paling krusial. Disampaikannya, tanpa tenaga operasional yang cukup dan arahan yang jelas dari pimpinan, kendaraan baru tidak akan memberi dampak signifikan.

“Penambahan unit saja tidak cukup. Harus ada SDM yang memadai dan komando yang kuat. Kalau tidak ada penggerak di lapangan, maka semuanya tidak berjalan,” katanya.

Dengan hadirnya armada baru untuk setiap kelurahan, diharapkannya sistem pengelolaan sampah di Berau bisa semakin tertata dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Harapan kami, program ini benar-benar dijalankan maksimal. Untuk teknisnya kita serahkan ke dinas, tetapi prinsipnya pelayanan kebersihan harus terus ditingkatkan,” tutupnya. (*MNH/ADV)