https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Potensi Harga Naik Jelang Ramadan, DPRD Dorong Pemkab Perketat Pengawasan - berausatu.id
Example floating
Example floating

Potensi Harga Naik Jelang Ramadan, DPRD Dorong Pemkab Perketat Pengawasan

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan dengan memperkuat pengawasan dan langkah pengendalian di lapangan.

Dikatakannya, peningkatan permintaan yang terjadi setiap Ramadan kerap diikuti lonjakan harga di pasaran. Oleh karena itu, pemerintah diminta lebih proaktif melakukan pengawasan, terutama pada komoditas kebutuhan utama.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak dipicu praktik penimbunan atau gangguan distribusi.

“Setiap Ramadan permintaan memang meningkat, tetapi pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Dirinya menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar pasokan tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan yang berpotensi memicu kenaikan harga. Dinas terkait juga diminta rutin melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional maupun ritel modern.

Selain itu, Sakirman mendorong langkah antisipatif seperti pelaksanaan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga, khususnya pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging.

Ia menyebut, sinergi antara pemerintah daerah, distributor, dan pedagang sangat diperlukan agar tercipta komitmen bersama dalam menjaga kestabilan harga selama Ramadan.

Lebih lanjut, dirinya juga mengimbau pelaku usaha agar tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Ramadan adalah momen ibadah dan kebersamaan. Kita berharap semua pihak bisa menjaga agar harga tetap wajar sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” pungkasnya. (*MNH/ADV)