https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Minat Rendah, Peluang Kerja Berau Justru Banyak Terisi Tenaga Luar Daerah - berausatu.id
Example floating
Example floating

Minat Rendah, Peluang Kerja Berau Justru Banyak Terisi Tenaga Luar Daerah

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Rendahnya minat tenaga kerja lokal untuk mengisi peluang pekerjaan di sejumlah sektor di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi pada meningkatnya jumlah tenaga kerja dari luar daerah yang masuk untuk mengisi kebutuhan perusahaan.

Wakil Ketua DPRD Berau, Subroto, menyampaikan bahwa peluang kerja di sektor selain pertambangan seperti perkebunan dan perhotelan sebenarnya cukup besar dan terbuka lebar bagi putra-putri daerah. Namun, rendahnya jumlah pelamar lokal membuat banyak posisi akhirnya diisi oleh tenaga kerja dari luar Berau.

“Sayang sekali lowongan di sektor perkebunan dan perhotelan sering kali tidak diminati tenaga lokal. Padahal prospeknya jangka panjang dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Berau,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua perusahaan, tetapi hampir merata di beberapa wilayah. Ia menilai perlu ada dorongan lebih kuat dari pemerintah daerah untuk meningkatkan minat dan kesiapan masyarakat dalam memasuki sektor-sektor tersebut.

“Kesempatan kerjanya ada, tapi minatnya rendah. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah perlu intensif melakukan pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi agar tenaga lokal siap bersaing,” jelasnya.

Dikatakannya, ketergantungan perusahaan terhadap tenaga kerja dari luar bukanlah persoalan utama, selama proses rekrutmen berjalan sesuai aturan. Namun, idealnya ruang tersebut dapat dimaksimalkan oleh masyarakat Berau sendiri.

“Kalau peluang kerja bisa diisi putra daerah, tentu dampaknya lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Ini yang kami dorong,” tegasnya.

Dirinya berharap pemerintah daerah dan lembaga terkait memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja, khususnya bagi anak muda. Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan industri dapat sejalan dengan ketersediaan tenaga lokal yang kompeten.

“Kita ingin tenaga kerja lokal menjadi pemain utama, bukan penonton. Karena itu peningkatan skill dan kesiapan mereka wajib diperkuat,” pungkasnya. (*MNH/ADV)