https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Mengenal Geopark Sangkulirang Mangkalihat: Dari Lukisan Purba, Karst Raksasa, Hingga Ekowisata Di Berau - berausatu.id
Example floating
Example floating

Mengenal Geopark Sangkulirang Mangkalihat: Dari Lukisan Purba, Karst Raksasa, Hingga Ekowisata Di Berau

Bukit Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang dapat disaksikan dari wilayah Kampung Merabu. © YKAN

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Di balik perbukitan yang menjulang dan hutan lebat di wilayah Kalimantan Timur, tersimpan jejak waktu yang jauh melampaui usia peradaban modern.

Batu-batu karst yang berdiri kokoh menjadi saksi bisu perjalanan bumi selama jutaan tahun. Kehadiran Geopark Sangkulirang Mangkalihat perlahan dikenalkan sebagai ruang Bukit Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang dapat disaksikan dari wilayah Kampung Merabu. © YKAN hidup yang memadukan alam dan sejarah.

Untuk diketahui, Geopark bukan sekadar kawasan wisata. Ia merupakan konsep besar yang menempatkan bentang alam sebagai ruang pembelajaran, pelestarian, dan penghidupan.

Dalam kerangka geopark, geologi tidak hanya dipandang sebagai batuan mati, tetapi sebagai narasi panjang tentang perubahan bumi, interaksi manusia, dan nilai kehidupan yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Geopark Sangkulirang Mangkalihat diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting pengembangan kawasan berbasis konservasi di Kalimantan Timur.

Dengan luas kawasan hingga 1,8 Juta Hektar yang membentang di wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur, Karst Sangkulirang Mangkalihat menjadi salah satu kawasan karst terbesar di Indonesia.

Kemudian, di dalamnya terdapat ratusan gua, danu sungai bawah tanah, hingga lukisan prasejarah yang menempel di dinding gua yang menjadi penanda bahwa wilayah ini pernah menjadi ruang hidup manusia purba ribuan hingga puluhan ribu tahun silam.

Adyatama Kepariwisataan & EK Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Taldo menyebut setidaknya terdapat 15 Geosite yang ada di Kabupaten Berau dan 11 Geosite di wilayah Kutai Timur.

“Bupati Berau telah membentuk tim teknis Geopark Sangkulirang mangkalihat wilayah Berau yang diketuai oleh Sekertaris Daerah dan diisi oleh tim ahli serta beberapa unsur OPD terkait,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan upaya meningkatkan visibilitas Geopark melalui sejumlah infrastruktur yang sudah ada seperti Kraton Sambaliung, Museum Batiwakkal Gunung Tabur, Museum Batubara hingga Ekowisata seperti Labuan cermin yang dapat difungsikan sebagai “gateway branding” geopark.

“Yang menariknya adalah Geosite kita merupakan wilayah dengan daya tarik wisata yang sudah sejak dulu kita bangun dan kembangkan. artinya sudah mendukung baik dari aspek keterlibatan masyarakat hingga Sapras pendukung,” terangnya.

Lebih lanjut, ia berharap ke depan, dengan ditetapkannya kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat, objek wisata yang dimiliki tidak hanya menjadi kunjungan wisata saja. Tetapi dapat menjadi ruang konservasi dan edukasi bagi masyarakat.

“Kita juga berharap Kabupaten Berau dapat menjadi gateway atau gerbang masuk Geopark Sangkulirang Mangkalihat sehingga seluruh Geosite kita dapat dikunjungi,” tutupnya. (*MNH)