BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Minimnya tenaga psikolog, psikiater, dan dokter spesialis di Kabupaten Berau dinilai semakin mendesak untuk diatasi. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong Pemkab Berau segera menyiapkan program pendidikan dan beasiswa khusus bagi putra-putri daerah agar kebutuhan tenaga medis dapat dipenuhi dalam beberapa tahun ke depan.
Menurutnya, keberadaan SDM kesehatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan pelayanan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan. Oleh Karena itu, Pemkab Berau diminta tidak hanya mengandalkan tenaga dari luar daerah yang belum tentu bertahan lama.
“Psikolog, psikiater, dan dokter spesialis ini SDM langka. Pemerintah harus menyiapkan langkah terencana sejak sekarang,” tegasnya.
Dirinya menyebut, program pendidikan gratis hingga perguruan tinggi yang dijalankan Pemprov Kaltim bisa menjadi peluang. Pemkab bersama pemerintah kampung/kelurahan dapat mendorong calon mahasiswa memilih jurusan yang sesuai kebutuhan daerah, seperti kedokteran, psikologi klinis, atau psikiatri.
Sehingganya, Sumadi meminta Pemkab untuk menyusun peta kebutuhan tenaga kesehatan, agar program beasiswa atau penugasan belajar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan rumah sakit.
“Kalau disekolahkan sekarang, tiga sampai empat tahun ke depan mereka sudah bisa kembali mengabdi,” ujarnya.
Sumadi menegaskan bahwa program beasiswa harus disertai ikatan dinas, sehingga para penerima wajib kembali bekerja di Berau. Jika tidak, biaya pendidikan harus diganti.
“Setelah lulus, mereka juga harus dijamin lapangan kerja. Rumah sakit kita masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan tersebut,” pungkasnya. (*MNH/ADV)
















