https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Komisi III DPRD Berau Minta Pemkab Pasang Alat Pendeteksi Dini Bencana Laut - berausatu.id
Example floating
Example floating

Komisi III DPRD Berau Minta Pemkab Pasang Alat Pendeteksi Dini Bencana Laut

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Beberapa waktu lalu sejumlah insiden di wilayah perairan Kabupaten Berau jadi sorotan. Sehingganya, kondisi tersebut menjadi penanda bahwasanya daerah pesisir Kabupaten Berau membutuhkan sistem mitigasi yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menekankan pentingnya langkah antisipatif melalui pemasangan alat pendeteksi dini bencana laut.

Menurutnya, Perangkat seperti sensor gelombang tinggi, peringatan angin kencang, hingga indikator potensi badai harus segera direalisasikan di wilayah-wilayah rawan.

“Mayoritas warga pesisir menggantungkan hidup pada laut. Karena itu keselamatan mereka harus benar-benar dijaga. Dengan alat pendeteksi dini, nelayan bisa mengetahui risiko sebelum turun melaut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politisi PKS itu juga meminta masyarakat lebih disiplin memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG. Dikatakannya, masih banyak kecelakaan laut terjadi karena kurangnya kewaspadaan dan minimnya pemahaman terkait perubahan cuaca ekstrem.

“Kalau sudah ada peringatan gelombang tinggi atau angin kencang, sebaiknya tunda dulu melaut. Jangan memaksakan diri demi mengejar hasil tapi mengabaikan keselamatan,” tegasnya.

Selain itu, Rahman mendorong Dinas Perikanan, Basarnas, dan BPBD Berau meningkatkan koordinasi pengamanan laut, termasuk penyediaan jalur komunikasi darurat bagi nelayan.

Langkah tersebut dinilai penting agar respon cepat dapat dilakukan apabila kedepannya terjadi keadaan darurat di tengah laut. “Kesigapan semua pihak sangat diperlukan. Koordinasi yang kuat akan membantu mempercepat penanganan apabila terjadi situasi berbahaya,” pungkasnya. (*MNH/ADV)