https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Komisi II DPRD Berau Dorong Pengembangan Peternakan di Berau - berausatu.id
Example floating
Example floating

Komisi II DPRD Berau Dorong Pengembangan Peternakan di Berau

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Minimnya pelaku usaha yang benar-benar fokus mengembangkan sektor peternakan di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman.

Disampaikannya, hingga kini belum terlihat pengusaha yang serius menggarap peternakan, baik pada sektor penggemukan maupun pengembangbiakan sapi dan kambing.

Menurutnya, sebagian besar kegiatan peternakan masih bertumpu pada bantuan pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan, bukan pada inisiatif mandiri dari pelaku usaha.

“Mayoritas aktivitas peternakan masih sangat bergantung pada bantuan dan pendampingan dari pemerintah daerah. Belum ada pengusaha yang konsisten dan fokus secara bisnis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seharusnya sudah ada pemetaan jelas mengenai wilayah-wilayah yang potensial menjadi sentra peternakan. Tidak semua kawasan cocok, karena harus mempertimbangkan ketersediaan pakan, air, dan kondisi lingkungan. Pemetaan ini penting untuk mendukung upaya swasembada daging di Berau.

Selain itu, aspirasi masyarakat yang diterimanya selama ini juga banyak terkait kebutuhan penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan. Dirinya menilai, tiga sektor tersebut masih memiliki peluang besar menjadi penopang perekonomian keluarga.

“Kalau suaminya bekerja di luar, istrinya bisa mengelola ternak. Ini bisa jadi tambahan penghasilan yang cukup menjanjikan,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pengelolaan peternakan tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Sistem kerja kelompok harus profesional, terutama pada peternakan sapi yang membutuhkan manajemen pakan, air, dan kesehatan hewan yang terencana.

Lebih lanjut, Sakirman juga mendorong Dinas Peternakan agar lebih aktif turun ke lapangan memberikan pembinaan dan pengawasan. Hal ini penting untuk memastikan ternak masyarakat tetap sehat dan produktif.

“Dinas Peternakan harus sering turun. Kita ingin peternakan di Berau berjalan baik dan peternaknya juga semangat,” tegasnya.

Dengan manajemen yang terukur dan dukungan yang tepat, Sakirman optimistis sektor peternakan dapat menjadi peluang usaha yang menguntungkan bagi masyarakat yang memiliki modal tetapi belum memiliki arah usaha yang jelas. (*MNH/ADV)