Example floating
Example floating

DPRD Tekankan Tata Kelola Profesional, BUMK Ditarget Jadi Sumber PAD Kampung

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Upaya memperkuat kemandirian ekonomi kampung terus didorong DPRD Kabupaten Berau. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar.

Langkah tersebut terlihat dari pelaksanaan pelatihan tata kelola BUMK yang melibatkan puluhan warga setempat. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman masyarakat mengenai manajemen usaha kampung yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, menilai keberadaan BUMK memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Menurutnya, pengelolaan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan kampung sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“BUMK bukan sekadar unit usaha, tetapi instrumen pemberdayaan ekonomi warga. Jika dikelola secara profesional dan akuntabel, dampaknya akan sangat besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, pelatihan yang digelar di Tabalar Muara mencakup pemahaman dasar hukum BUMK, perencanaan bisnis, hingga strategi pengelolaan usaha yang efektif. Pembekalan tersebut dinilai penting agar pengurus memiliki arah dan perencanaan yang jelas dalam mengembangkan unit usaha kampung.

Dikatakannya, tata kelola yang transparan dan berorientasi pada potensi lokal menjadi kunci keberhasilan BUMK. Dengan manajemen yang tepat, BUMK berpeluang menjadi sumber Pendapatan Asli Kampung (PAK) sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa.

Oleh Karena itu, Komisi I DPRD Berau mendorong pemerintah kampung agar terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola BUMK melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan, serta kolaborasi dengan berbagai lembaga mitra pembangunan desa.

Lebih lanjut, DPRD juga menilai sinergi antara pemerintah kampung, masyarakat, dan pendamping desa menjadi faktor penting dalam memastikan program ekonomi desa berjalan optimal. Penguatan kelembagaan BUMK diyakini mampu menjadikan kampung-kampung di Berau lebih mandiri dan berdaya saing.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di kota. Kampung juga harus tumbuh dan berkembang melalui pengelolaan potensi yang dimiliki,” pungkasnya.

Model pengembangan BUMK di Tabalar Muara pun diharapkan dapat menjadi contoh bagi kampung lain di Kabupaten Berau dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. (*MNH/ADV)