BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke posyandu masih menjadi perhatian dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Berau. DPRD Berau menilai peningkatan kesadaran orang tua membawa anak ke posyandu secara rutin menjadi langkah penting untuk mendukung deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan posyandu memiliki peran besar dalam memantau kondisi kesehatan balita, termasuk mendeteksi potensi stunting sejak awal.
Dijelaskannya, semakin rutin anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan, maka peluang penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi semakin serius.
“Kalau kunjungan ke posyandu meningkat, maka deteksi dini stunting bisa lebih efektif. Kita bisa tahu lebih cepat kondisi anak dan segera melakukan intervensi yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan stunting bukan hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan anak saat ini, tetapi juga berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Dirinya meminta seluruh pihak terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia menilai, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam menekan angka stunting di Kabupaten Berau. Selain dukungan pemerintah dan tenaga kesehatan, kesadaran masyarakat disebut menjadi salah satu penentu keberhasilan program.
“Ini bukan sekadar angka, tapi soal kesehatan dan masa depan anak-anak kita. Kalau kita gagal menanganinya sekarang, dampaknya akan panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di Berau,” katanya.
Diharapkannya, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak dapat terus ditingkatkan, termasuk melalui penguatan peran posyandu di setiap kampung dan kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. (*MNH/ADV)
















