https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Agus Uriansyah Dorong Buper Mayang Jadi Wajah Baru Ruang Publik Berau - berausatu.id
Example floating
Example floating

Agus Uriansyah Dorong Buper Mayang Jadi Wajah Baru Ruang Publik Berau

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menilai Bumi Perkemahan (Buper) Mayang Mengurai II menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya digarap.

Dijelaskannya, kawasan seluas 15 hektare ini tidak hanya layak menjadi lokasi perkemahan, tetapi juga berpeluang besar dikembangkan sebagai pusat kegiatan daerah. Mulai dari perayaan hari jadi, festival seni, hingga penyelenggaraan konser musik.

“Mengapa tidak dimaksimalkan? Tempat ini sangat potensial untuk acara-acara besar dan bisa menjadi ruang publik baru bagi masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, dirinya mencatat beberapa hal yang masih perlu dibenahi sebelum kawasan ini benar-benar siap diangkat sebagai destinasi unggulan. Dua persoalan yang paling mencolok, katanya, adalah kondisi akses jalan dan minimnya penerangan.

“Banyak peserta mengeluhkan kurangnya pencahayaan. Kami akan mendorong segera dipasang PJU. Ini bagian dari evaluasi yang harus diprioritaskan,” tambahnya.

Ke depannya, Agus memastikan jalur resmi akan kembali difokuskan sesuai anggaran pemerintah daerah.

Di sisi lain, salah satu rencana menarik datang dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Berau. Agus menyebutkan bahwa DLHK berkomitmen melakukan penghijauan besar-besaran di kawasan perkemahan.

“Kami sudah berdiskusi dengan DLHK. Insyaallah seribu pohon akan ditanam di beberapa titik yang terlalu panas. Ini untuk menjadikan kawasan lebih teduh dan nyaman,” jelasnya.

Agus menegaskan, Buper Mayang merupakan aset daerah yang tidak boleh dibiarkan kosong tanpa perawatan. Potensinya dinilai sangat besar untuk masa depan pariwisata dan aktivitas publik di Berau.

“Aset seluas ini harus dijaga dan dirawat. Jangan dibiarkan seadanya. Ini peluang untuk menjadikan Berau punya ruang publik yang membanggakan,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah perbaikan dan rencana pengembangan tersebut, Buper Mayang Mangurai digadang-gadang tidak lagi sekadar menjadi lokasi kemah, tetapi berubah menjadi pusat kegiatan, ruang hijau, sekaligus destinasi wisata alam baru yang mewakili wajah baru Kabupaten Berau. (*MNH/ADV)