BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Penanganan stunting di Kabupaten Berau diminta tidak berhenti hanya pada penyusunan program dan kebijakan semata. DPRD Berau menilai pelaksanaan di lapangan harus menjadi perhatian utama agar upaya penurunan angka stunting benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat kampung dan kelurahan.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan program penanganan stunting harus berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil.
Dikatakannya, masih banyak program yang dinilai baik dalam perencanaan, namun belum maksimal dalam implementasi di lapangan. Oleh karenanya, ia meminta pemerintah daerah memastikan seluruh program dapat berjalan secara konsisten hingga ke wilayah paling bawah.
“Program stunting harus sampai ke tingkat kampung dan kelurahan, agar dampaknya benar-benar terasa. Jangan hanya bagus di perencanaan, tapi lemah dalam pelaksanaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh satu instansi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak mulai dari organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kampung, kader posyandu hingga masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Berau.
“Sinergi antar sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci. Semua harus bergerak bersama, tidak bisa hanya satu instansi saja yang bekerja,” katanya.
Lebih lanjut, Dedy menilai pemerintah daerah juga perlu terus melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan agar kendala di lapangan dapat segera ditangani. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pola hidup sehat dan pemenuhan gizi anak juga harus diperkuat.
Diharapkannya, berharap komitmen seluruh pihak dalam penanganan stunting dapat terus dijaga sehingga target penurunan angka stunting di Kabupaten Berau dapat tercapai secara optimal. (*MNH/ADV)
















