BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Kondisi infrastruktur di wilayah pesisir selatan Kabupaten Berau dinilai masih belum merata dibanding kawasan perkotaan maupun wilayah pusat pemerintahan. DPRD Berau menilai keterbatasan akses jalan dan konektivitas antarwilayah masih menjadi kendala utama masyarakat pesisir hingga saat ini.
Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, mengatakan luasnya wilayah Kabupaten Berau menjadi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan. Menurutnya, rentang kendali pemerintahan yang cukup jauh membuat sejumlah wilayah pesisir belum mendapatkan pelayanan secara optimal.
Ia menyebut, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga hingga distribusi hasil perikanan dan akses layanan dasar.
“Beberapa wilayah pesisir memang masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait infrastruktur jalan dan konektivitas antar kampung,” ujarnya belum lama ini.
Frans menjelaskan, keterbatasan akses tidak hanya memengaruhi sektor ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada pelayanan pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, masyarakat di kawasan pesisir masih menghadapi hambatan ketika harus mengakses fasilitas publik yang berada jauh dari pusat kabupaten.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah terus mendorong pemerataan pembangunan agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat pesisir untuk menunjang aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kalau akses jalan dan konektivitas semakin baik, tentu aktivitas masyarakat juga akan lebih mudah dan pelayanan pemerintah bisa lebih maksimal,” katanya.
Selain itu, Frans menilai kawasan pesisir selatan Berau sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama di sektor perikanan dan pariwisata bahari. Namun hingga kini, potensi tersebut dinilai belum berkembang optimal akibat keterbatasan infrastruktur pendukung.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan kawasan pesisir agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa meningkat secara merata.
“Harapannya pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga bisa dirasakan masyarakat pesisir,” tandasnya. (*MNH/ADV)
















