https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Insiden Feri Miring di Balikpapan, Satu Korban Meninggal Asal Berau Berhasil Dievakuasi - berausatu.id
Example floating
Example floating

Insiden Feri Miring di Balikpapan, Satu Korban Meninggal Asal Berau Berhasil Dievakuasi

BERAUSATU.ID, BALIKPAPAN- Suasana Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/01/2026) siang, berubah jadi hening saat Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi satu korban meninggal dunia dari insiden miringnya Kapal Feri Dharma Kartika IX. Proses evakuasi memakan waktu berjam-jam sejak pagi hari.

Diketahui, Korban dievakuasi melalui pintu darurat di sisi badan kapal sekitar pukul 12.22 Wita. Usai berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Balikpapan, korban diketahui bernama Idham Rapi (52), seorang laki-laki yang berdomisili di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ia ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam kendaraan pribadi roda empat yang dibawanya menyeberang dari Pare-Pare menuju Balikpapan.

Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dody Setiawan, menyebut bahwasanya upaya penyelamatan korban telah dimulai sekitar pukul 05.50 Wita. Saat itu, kondisi kendaraan di dalam kapal berada dalam posisi saling berhimpitan akibat insiden kapal yang miring.

Menurutnya, kendaraan korban tertindih oleh kendaraan lain berukuran lebih besar, sehingga korban sulit untuk dievakuasi. Situasi tersebut membuat Tim SAR Gabungan harus bekerja ekstra hati-hati dalam ruang sempit dan berisiko tinggi.

Lebih lanjut, langkah awal yang dilakukan petugas adalah mengurangi tekanan pada kendaraan korban dengan memindahkan muatan truk yang menindihnya. Muatan berupa pasir dan sejumlah bahan sembako harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum proses evakuasi dapat dilanjutkan.

“Seluruh pemindahan muatan dilakukan secara manual karena kendaraan berada di dalam kapal dan posisinya saling berhimpitan,” jelasnya.

“Evakuasinya sendiri relatif cepat, tetapi yang lama itu pemindahan barang dari truk besar. Dari sekitar jam enam pagi sampai kurang lebih pukul 12.20 Wita,” sambungnya.

Setelah beban kendaraan besar berhasil dikurangi, Tim SAR Gabungan kemudian memotong beberapa bagian mobil korban. Tindakan tersebut diperlukan agar tubuh korban dapat dikeluarkan dengan aman tanpa membahayakan petugas.

Dijelaskannya, korban ditemukan dalam posisi duduk di bangku kemudi sebagai pengemudi kendaraan pribadi. Tubuh korban terjepit di area setir dan tertindih kendaraan lain, sehingga struktur mobil harus dibuka secara bertahap.

“Posisi korban memang di bangku kemudi, sebagai pengemudi kendaraan tersebut,” ungkapnya.

Diketahui, korban sebelumnya bersama dengan Dua anggota keluarganya. yakni ibu dan anak korban, yang telah lebih dahulu dievakuasi pada pagi hari dalam kondisi selamat.

Lebih lanjut, Tim SAR Gabungan memastikan setiap tahapan dilakukan dengan prosedur ketat demi keselamatan personel di lapangan. Ruang gerak yang sangat terbatas menjadi tantangan utama selama proses berlangsung.

Dari total korban dalam insiden tersebut, tiga orang berhasil diselamatkan dengan kondisi luka-luka, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia. Untuk diketahui, seorang anak bernama Nur Asisah hingga kini masih menjalani pemantauan medis di RS Bhayangkara Balikpapan.

Operasi asi Tim SAR Gabungan masih terus berlanjut. Fokus penanganan kini diarahkan pada pemindahan kendaraan serta sisa muatan di dalam kapal feri guna memastikan kondisi kapal aman dan terkendali. (*MNH)