BERAUSATU.ID, SAMBALIUNG- Pemerintah Kampung Gurimbang kembali melakukan perbaikan sementara pada jalan poros Gurimbang yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Kerusakan jalan berupa lubang serta debu saat musim kemarau menjadi perhatian serius pemerintah kampung.
Kepala Kampung Gurimbang, Juliansyah, menyebut kondisi jalan poros Gurimbang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan jalan pada umumnya. Struktur dasar jalan yang merupakan bekas lahan persawahan menyebabkan kondisi tanah cenderung labil.
“Saat hujan tanah menjadi lunak, sedangkan ketika kemarau mengeras dan menimbulkan debu. Kondisi ini memang tidak bisa disamakan dengan jalan pada umumnya,” ujarnya.
Selain itu, kerusakan jalan juga dipengaruhi aktivitas kendaraan proyek bermuatan berat yang melintas di jalur tersebut. Menurutnya, kapasitas muatan kendaraan kerap melebihi daya dukung jalan.
“Kapasitas kendaraan proyek bisa mencapai 10 hingga 15 ton, sementara kemampuan jalan hanya sekitar 8 ton. Ini berdampak langsung pada kerusakan di sejumlah titik,” jelasnya.
Oleh karenanya, sebagai upaya guna mengurangi dampak debu, Pemerintah Kampung Gurimbang bersama pihak swasta melakukan penyiraman jalan secara rutin hingga dua kali sehari, menyesuaikan kondisi cuaca dan intensitas lalu lintas.
Lebih lanjut, dirinya menambahkan, pada Senin (19/01/2026) lalu, Pemerintah Kampung Gurimbang berkolaborasi dengan PT Berau Coal melakukan perbaikan sementara di ruas jalan poros Gurimbang, mulai dari pertigaan Simpang Bangun hingga ke arah selatan.

“Perbaikan dilakukan dengan penimbunan lubang di beberapa titik menggunakan alat berat, serta penyiraman jalan untuk meminimalisir debu,” katanya.
Juliansyah mengapresiasi dukungan pihak swasta yang telah membantu penanganan sementara kondisi jalan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada PT Berau Coal yang kembali memberikan dukungan perbaikan jalan. Ini merupakan aspirasi masyarakat yang kami tindaklanjuti dan mendapat respons positif,” pungkasnya. (*MNH)
















