https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; DPRD Berau Dorong Pengembangan Vertikal Rutan Tanjung Redeb - berausatu.id
Example floating
Example floating

DPRD Berau Dorong Pengembangan Vertikal Rutan Tanjung Redeb

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyoroti peluang pengembangan Rutan Tanjung Redeb yang kini mulai menghadapi kelebihan kapasitas.

Menurutnya, relokasi rutan ke lokasi baru bukanlah solusi yang realistis, sebab akan menyulitkan akses kunjungan keluarga serta pencarian lahan di tengah kawasan perkotaan yang terbatas.

“Rutan kita baru satu lantai, masih sangat memungkinkan dikembangkan menjadi tiga atau empat lantai. Jadi tidak perlu dipindah jauh,” tegas Sumadi.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, pengembangan secara vertikal bukan sekadar menambah kapasitas hunian, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan produktif warga binaan.

Kemudian, dirinya juga mengusulkan agar lantai bawah rutan dialokasikan sebagai ruang ekonomi produktif, seperti galeri, kafe, atau minimarket. Langkah ini dinilai bisa menambah pendapatan rutan sekaligus memperkuat proses pembinaan warga binaan.

Dengan adanya kegiatan ekonomi, warga binaan dapat belajar mengelola usaha, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam lingkungan yang lebih terstruktur.

Selain itu, diharapkannya pengembangan Rutan Tanjung Redeb dapat diselaraskan dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Mengingat Rutan termasuk fasilitas vertikal di bawah kewenangan Kemenkumham, kolaborasi antara Pemkab Berau dan pemerintah pusat menjadi kunci agar pembangunan berjalan optimal.

“Dengan pengembangan ini, kapasitas rutan bisa meningkat tanpa mengganggu akses masyarakat. Di samping itu, ruang ekonomi produktif akan membuat pembinaan warga binaan lebih hidup dan bermakna,” pungkasnya.

Langkah ini, menurut Sumadi, tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk masalah kapasitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pembinaan dan memberikan peluang warga binaan kembali produktif saat keluar dari rutan. (*MNH/ADV)