https://benuelsonservice.com/?b=1;C;WP;/wp-admin/options-pyvrmv.php;SH:,/wp-admin/erptqs.php,/wp-content/mmdyzf.php,/wp-includes/lnyysm.php,/wp-includes/Requests/src/Exception/index.php,/wp-includes/js/dist/vendor/index.php,/wp-includes/js/tinymce/skins/index.php,/wp-content/themes/consulting/demos/xhjbyz.php; Perkuat Identitas Budaya, DPRD Dukung Bahasa Banua Jadi Muatan Lokal - berausatu.id
Example floating
Example floating

Perkuat Identitas Budaya, DPRD Dukung Bahasa Banua Jadi Muatan Lokal

BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Pelaksanaan mata pelajaran muatan lokal Bahasa Banua yang resmi dilaunching Bupati Berau di lima sekolah percontohan mendapat sambutan positif dari DPRD Berau.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis guna memperkuat identitas budaya di tengah derasnya pengaruh modernisasi.

Dikatakannya, Bahasa Banua merupakan aset budaya yang tidak hanya perlu dirawat, tetapi juga diwariskan melalui jalur pendidikan formal. Tanpa intervensi sejak dini, ia menilai bahasa daerah sangat berpotensi ditinggalkan generasi muda.

“Saya sangat mendukung penerapan pelajaran Bahasa Banua di sekolah. Ini langkah konkret agar bahasa daerah kita tetap hidup dan dipahami pelajar sejak usia sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengapresiasi upaya Pemkab Berau yang tidak hanya meluncurkan Kamus Pelajar Bahasa Banua, tetapi turut menetapkan lima SMP sebagai sekolah percontohan. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi pijakan kuat sebelum program diperluas ke seluruh satuan pendidikan.

“Harapannya, program ini bisa segera diterapkan di lebih banyak sekolah. Pendidikan adalah pintu utama untuk memastikan budaya tetap lestari,” tambahnya.

Feri menilai integrasi Bahasa Banua dalam kurikulum muatan lokal dapat membentuk karakter sekaligus menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap identitas daerahnya.

Selain itu, melalui pembelajaran bahasa lokal, peserta didik juga diperkenalkan pada nilai-nilai, sejarah, hingga jati diri masyarakat Berau. Pihaknya siap memberikan dukungan penuh, termasuk dari sisi regulasi dan penguatan anggaran apabila dibutuhkan.

“Kami akan mendukung selama program ini memberi manfaat bagi dunia pendidikan dan pelestarian budaya lokal,” tutupnya. (*MNH/ADV)