BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Target Pemerintah Kabupaten Berau melalui DPUPR untuk merealisasikan 25.000 sambungan rumah (SR) air bersih hingga akhir 2026 mendapat dukungan penuh dari DPRD Berau.
Anggota DPRD Berau, Ratna, menilai program tersebut sebagai langkah strategis untuk memastikan pemerataan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat Bumi Batiwakkal.
Ditegaskannya bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah. Menurutnya, perluasan jaringan air bersih ini akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses layanan.
“Program ini sangat penting karena akses air bersih adalah hak dasar masyarakat. Kemudahan akses ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ratna meminta DPUPR bekerja maksimal untuk memastikan target 25.000 SR dapat tercapai sesuai jadwal. Selain ketepatan waktu, perencanaan dan pelaksanaan harus dilakukan secara matang dan terukur.
“Pemantauan progres harus dilakukan secara berkala. Jangan sampai ada keterlambatan, karena kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda,” tambahnya.
Dirinya juga menekankan bahwa program ini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau daerah-daerah terpencil. Pemerataan akses menjadi kunci agar seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan infrastruktur air bersih.
“Wilayah terpencil juga harus menjadi prioritas. Pemerataan akses ini penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas,” tegasnya.
Selain itu, Ia mendorong transparansi dalam pelaksanaan program, termasuk pelibatan masyarakat dalam pengawasan agar setiap proses berjalan sesuai aturan dan kebutuhan lapangan.
“Keterbukaan informasi penting. Masyarakat harus tahu progres dan manfaat program ini,” pungkasnya. (*MNH/ADV)
















