BERAUSATU.ID, TANJUNG REDEB- Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, mengapresiasi program pendidikan gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Meski demikian, ia menilai implementasinya masih belum merata dan perlu diperluas agar seluruh pelajar dan mahasiswa di Berau dapat merasakan manfaatnya.
Menurutnya, program yang dijanjikan dalam masa kampanye Gubernur Kaltim tersebut saat ini baru dirasakan sebagian siswa SMA serta mahasiswa baru yang masuk pada tahun berjalan.
Sementara itu, kata dia, pelajar dan mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan sebelum program berjalan belum tersentuh bantuan serupa.
“Harapan kami, pada anggaran 2026 nanti seluruh pelajar SMA dan mahasiswa, baik yang baru masuk maupun yang sudah lama bersekolah, bisa mendapatkan fasilitas pendidikan gratis sesuai komitmen yang disampaikan kepada masyarakat,” ujarny.
Lebih lanjut, Selain menyoroti jenjang pendidikan menengah atas, Frans juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk memperluas kebijakan pendidikan gratis di tingkat SD dan SMP.
Dijelaskannya, hingga saat ini belum ada program yang secara penuh membebaskan biaya pendidikan, termasuk kebutuhan seragam sekolah.
“Faktanya, orang tua masih harus membeli seragam dan buku sekolah. Ke depan, kami berharap Pemkab Berau bisa mengakomodasi komponen tersebut, sehingga siswa SD dan SMP benar-benar dapat menikmati layanan pendidikan tanpa beban biaya tambahan,” jelasnya.
Frans menegaskan bahwa DPRD Berau siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang dapat meringankan masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Ia mengaku optimistis, dengan perencanaan yang matang, program-program tersebut dapat terealisasi pada tahun 2026. (*MNH/ADV)
















